KLIKKALTENG, PALANGKA RAYA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan wawasan dan peran aktif anggotanya dalam mendukung kualitas kehidupan keluarga. Salah satunya melalui edukasi mengenai pemberian Air Susu Ibu (ASI), pemenuhan gizi anak, dan pencegahan stunting.
Upaya tersebut menjadi bagian dari Pertemuan Rutin DWP Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Aula Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (5/11/2026).
Ketua DWP Provinsi Kalimantan Tengah Noor Hermi Yanti Anang Dirjo menekankan bahwa organisasi yang kuat membutuhkan kebersamaan, rasa memiliki, serta keterlibatan aktif seluruh anggota.
“Organisasi yang kuat dibangun melalui kebersamaan, rasa memiliki, dan partisipasi seluruh anggota. Oleh karena itu, saya berharap seluruh anggota dapat berperan aktif, saling mendukung, dan bekerja sama dalam memajukan DWP Provinsi Kalimantan Tengah agar semakin solid dan bermanfaat,” tegasnya.
Ia juga berharap pertemuan rutin tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi dapat memberikan tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi anggota dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan keluarga.
“Melalui pertemuan rutin ini, saya berharap seluruh anggota dapat mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang baik, dan menjaga kebersamaan. Dengan demikian, hubungan kekeluargaan antaranggota semakin erat dan organisasi dapat berjalan lebih solid,” ungkap Noor Hermi Yanti.
Dalam pertemuan tersebut, DWP Kalteng menghadirkan Penelaah Teknis Kebijakan Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Erawati, sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Peran Ibu DWP dalam Menciptakan Lingkungan Peduli ASI Menuju Indonesia Emas 2045”.
Erawati menjelaskan bahwa pengetahuan mengenai ASI dan pemenuhan gizi anak perlu dipahami oleh ibu maupun keluarga. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pertumbuhan dan daya tahan tubuh bayi.
Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Menurutnya, pemenuhan gizi pada periode tersebut berperan dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta pencegahan stunting.
“Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, sangat menentukan tumbuh kembang anak. Pemenuhan gizi yang optimal pada masa ini penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak serta mencegah stunting. Ibu dan keluarga perlu memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak dini,” tandas Erawati.
Selain membahas kesehatan ibu dan anak, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan hubungan kekeluargaan antaranggota organisasi.
Ketua DWP Kalteng mengapresiasi kehadiran dan antusiasme anggota yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga.
“Terima kasih kepada seluruh anggota yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan keluarga,” pungkasnya.
Melalui kegiatan rutin dan edukasi tersebut, DWP Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan kualitas keluarga, memperkuat kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak, serta mendukung terwujudnya generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

















