banner 728x250

Hadapi Keterbatasan Infrastruktur, Nezar Patria Minta Daerah Perkuat Inovasi Digital Lokal

Wamenkomdigi Nezar Patria saat menyampaikan pentingnya penguatan talenta dan inovasi teknologi lokal untuk mendukung pembangunan daerah dalam Sarasehan Pembangunan Daerah di Universitas Teuku Umar, Aceh Barat.
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, JAKARTA – Keterbatasan infrastruktur teknologi bukan alasan bagi pemerintah daerah untuk tertinggal dalam transformasi digital. Penguatan sumber daya manusia dan inovasi lokal dinilai menjadi langkah penting agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan hal tersebut dalam Sarasehan Pembangunan Daerah di Kampus Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (3/11/2026).

Nezar mengatakan, setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi berbeda. Karena itu, penerapan teknologi harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan sumber daya yang tersedia, bukan sekadar meniru perkembangan teknologi di negara atau wilayah lain.

“Kita perlu berpikir, apa yang bisa kita lakukan dengan sumber daya yang kita miliki dan bagaimana kita menggerakkan talenta-talenta untuk bisa mengatasi keterbatasan yang ada,” tegas Nezar.

Menurutnya, kemampuan masyarakat dalam mengembangkan dan mengadaptasi teknologi merupakan modal penting untuk menciptakan terobosan pembangunan. Daerah perlu memberikan ruang bagi talenta lokal agar mampu menghasilkan inovasi yang menjawab persoalan di lingkungannya.

Nezar mencontohkan perkembangan industri kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Tiongkok. Negara tersebut dinilai mampu mengembangkan model AI yang kompetitif melalui penguatan penelitian dan kualitas talenta digital, meskipun menghadapi keterbatasan akses terhadap infrastruktur komputasi tertentu.

“Model AI tersebut kini menjadi pilihan di dunia, mampu bersaing meskipun menggunakan infrastruktur yang lebih rendah dari kompetitornya. Kekuatannya adalah di talenta digitalnya,” kata Nezar.

Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu mendorong pemanfaatan teknologi yang sudah tersedia agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Bagaimana kita mengadopsi dan mengadaptasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan kita dan bisa menjawab secara konkret kebutuhan-kebutuhan praktis di tengah masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nezar juga menyoroti peluang pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian. Penggunaan sensor elektronik, misalnya, dapat membantu petani memantau pertumbuhan tanaman, mendeteksi hama, mengukur unsur hara tanah, serta mengidentifikasi kebutuhan air dan perubahan iklim.

Pemanfaatan data tersebut dapat membantu proses pengambilan keputusan dalam kegiatan pertanian sehingga produksi lebih efisien dan perencanaan distribusi hasil panen dapat dilakukan dengan lebih baik.

Nezar menegaskan, transformasi digital harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Kemampuan menggunakan perangkat digital perlu diikuti dengan kemampuan mengembangkan solusi atas berbagai persoalan ekonomi dan sosial.

“Kita tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan alat-alat digital, tapi bagaimana kemampuan digital kita itu bisa memberikan solusi,” tutupnya.

Ia berharap pengembangan talenta digital dan inovasi lokal semakin mendapat perhatian sehingga daerah mampu memanfaatkan teknologi sebagai salah satu penggerak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. (Kkg/Sumber Foto : Humas Kemkomdigi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *