banner 728x250

Bupati Barito Utara Minta Peralatan Pemadam Selalu Siap, Respons Titik Api Tak Boleh Lambat

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Soenadie Y. Tingan dan unsur Forkopimda mengecek langsung penanganan karhutla di wilayah Barito Utara, Selasa (15/9/2026).
banner 120x600
banner 468x60

MUARA TEWEH, KLIKKALTENG– Pemerintah Kabupaten Barito Utara memperketat kesiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama dalam memastikan personel dan peralatan pemadam dapat bergerak cepat setiap kali laporan kebakaran diterima.

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Soenadie Y. Tingan turun langsung ke sejumlah titik karhutla di Kecamatan Teweh Baru dan Kecamatan Teweh Selatan, Selasa (15/9/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan usai rapat koordinasi penanganan karhutla. Bupati bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ingin memastikan kesiapan penanganan tidak hanya berada di tingkat koordinasi, tetapi benar-benar berjalan di lapangan.

Dalam pengecekan tersebut, Pemkab Barito Utara melihat kesiapan personel, kondisi sarana dan prasarana pemadaman, kecepatan respons serta berbagai kendala yang berpotensi menghambat proses pemadaman.

Salah satu perhatian utama Bupati adalah memastikan seluruh peralatan pemadam berada dalam kondisi siap digunakan. Peralatan yang tidak berfungsi optimal dapat memperlambat penanganan ketika petugas sudah berada di lokasi kebakaran.

“Pastikan seluruh peralatan pemadaman berfungsi dengan baik dan siap disiagakan kapan pun dibutuhkan di lapangan. Dan kepada Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, instansi terkait, serta masyarakat untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama terpadu” ujarnya.

Bupati juga meminta setiap laporan mengenai titik panas atau kejadian kebakaran segera ditindaklanjuti. Kecepatan bergerak menjadi bagian penting agar api dapat dikendalikan sebelum menjalar ke area yang lebih luas.

Selain kesiapan peralatan, Pemkab Barito Utara turut mengevaluasi kondisi di lokasi yang dapat menjadi kendala dalam proses pemadaman. Di antaranya ketersediaan suplai air dan akses jalan menuju titik api.

Kedua faktor tersebut menjadi perhatian karena petugas membutuhkan akses yang memadai dan sumber air yang cukup untuk mendukung proses pemadaman secara berkelanjutan.

Penanganan karhutla pun tidak hanya melibatkan perangkat daerah. Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara, Kapolres Barito Utara serta sejumlah kepala OPD terkait.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperkuat koordinasi antara Pemkab Barito Utara, aparat penegak hukum, TNI-Polri, BPBD, instansi teknis dan masyarakat dalam menghadapi karhutla.

Pemkab Barito Utara menempatkan kesiapan sejak awal sebagai bagian dari upaya mencegah dampak kebakaran yang lebih luas terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dengan pengecekan langsung di lapangan, pemerintah daerah juga dapat mengidentifikasi kebutuhan serta hambatan yang dihadapi petugas sehingga penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat dan terpadu.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *