banner 728x250

Menkomdigi: Ekonomi Digital Indonesia Harus Tumbuh Selaras dengan Budaya dan Karakter Bangsa

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon membahas penguatan ekonomi digital yang selaras dengan pelestarian budaya dan karakter bangsa di Jakarta.
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa ekonomi digital Indonesia harus berkembang seiring dengan pelestarian budaya dan penguatan karakter bangsa. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjaga identitas nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Pernyataan tersebut disampaikan Meutya Hafid saat melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat.

Meutya mengatakan Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital dunia. Dengan sekitar 230 juta pengguna internet atau hampir 80 persen dari total populasi, Indonesia kini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara dengan kontribusi sekitar sepertiga dari total ekonomi digital regional.

“Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi digital dunia. Namun, pertumbuhan tersebut akan lebih bermakna apabila mampu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan penguatan karakter generasi bangsa,” ujar Meutya.

Ia menjelaskan, besarnya potensi tersebut harus diimbangi dengan pembangunan ekosistem digital yang sehat, aman, produktif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, teknologi tidak boleh hanya menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu memperluas akses masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkuat identitas nasional.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital terus memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Regulasi tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak Indonesia.

“Ruang digital harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan produktif. Anak-anak perlu mendapatkan keseimbangan antara aktivitas di dunia digital dengan kehidupan nyata, termasuk mengenal permainan tradisional, seni, budaya, dan interaksi sosial di lingkungan keluarga,” jelasnya.

Selain memperkuat pelindungan anak di ruang digital, Komdigi juga tengah menyiapkan regulasi etika kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) beserta peta jalan AI nasional.

Kebijakan tersebut diarahkan agar perkembangan AI di Indonesia berlangsung secara bertanggung jawab, inklusif, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Meutya menilai teknologi AI juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian budaya melalui digitalisasi warisan budaya, perluasan akses edukasi budaya, hingga promosi budaya Indonesia ke tingkat global.

“Teknologi dan budaya bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru keduanya harus berjalan berdampingan agar Indonesia memiliki masa depan digital yang kuat, inklusif, dan tetap berkarakter,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi digital Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan menghadirkan keseimbangan antara inovasi teknologi, perlindungan masyarakat, dan pelestarian nilai-nilai budaya bangsa.

“Transformasi digital yang berhasil adalah transformasi yang menghadirkan ekonomi yang tumbuh, anak-anak yang terlindungi, dan budaya bangsa yang semakin kuat sebagai fondasi menuju Indonesia maju dan berdaulat secara digital,” pungkas Meutya. (Kkg/ Sumber Foto : Humas Kemkomdigi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *