KLIKKALTENG, Surabaya – Di era disrupsi digital yang semakin masif, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menekankan pentingnya penguasaan narasi publik oleh pemerintah. Upaya ini dilakukan melalui penguatan sinergi antara pemerintah dan media, yang dinilai menjadi benteng utama dalam melawan disinformasi serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan negara.
Hal tersebut disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Relasi Media “MediaConnect: Menguatkan Relasi, Menyatukan Narasi” yang digelar di Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti aparatur Diskominfo seluruh Indonesia serta sejumlah OPD se-Jawa Timur secara daring dan luring.
“Saat ini, setiap orang bisa menjadi produsen informasi. Tantangannya bukan hanya kecepatan penyebaran, tetapi kredibilitas narasi. Pemerintah harus tampil sebagai sumber informasi yang terpercaya,” jelas Plt. Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani.
Dewi menyebut, kecanggihan AI (Artificial Intelligence) dan ledakan konten digital telah mengubah wajah informasi publik. Karena itu, ia menilai hubungan antara pemerintah dan media tidak lagi hanya sebatas pemberitaan, tetapi harus bertransformasi menjadi kemitraan strategis yang saling menguatkan.
Bimtek menghadirkan dua materi utama, yaitu Sinergi Pemerintah–Media dalam Komunikasi Publik. Para narasumber mendorong aparatur pemerintah untuk memahami alur kerja newsroom, karakter platform digital, serta algoritma distribusi konten agar narasi pemerintah dapat menjangkau lapisan masyarakat secara tepat sasaran.
“Pemerintah tidak cukup hanya mengirim informasi. Kita harus mampu membentuk narasi yang kuat, berbasis data, dan mampu bersaing dengan arus informasi digital yang liar,” tambah Dewi.
Melalui Bimtek MediaConnect ini, Komdigi berharap aparatur dapat mengembangkan kemampuan produksi narasi yang komunikatif, transparan, dan relevan, sehingga citra pemerintah tetap kuat serta dipercaya masyarakat.
Acara ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas komunikasi publik, sekaligus menjaga ruang digital tetap sehat dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.


















