banner 728x250

Tujuh Orangutan Kalimantan Dilepasliarkan di Katingan, Kapuan Jadi Simbol Harapan Konservasi Alam

Petugas BKSDA Kalteng bersama Yayasan BOSF melepaskan seekor orangutan ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Senin (10/11/2025). (Foto: BOSF/BKSDA Kalteng).
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Katingan – Dalam momentum peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 2025, tujuh orangutan Kalimantan kembali menghirup udara bebas di hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Katingan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dan Yayasan BOS Foundation (Borneo Orangutan Survival Foundation) sebagai bagian dari komitmen menjaga kelestarian satwa endemik Kalimantan yang kini semakin terancam habitatnya.

Example 300x600

Ketujuh orangutan tersebut terdiri dari empat jantan dan tiga betina berusia 12–26 tahun. Sebelum dilepasliarkan, mereka menjalani rehabilitasi intensif selama 10 hingga 21 tahun di Pusat Reintroduksi Orangutan Nyaru Menteng, Palangka Raya.

Salah satu yang menarik perhatian publik adalah Kapuan, orangutan betina berusia 26 tahun yang dulu diselamatkan dari Thailand dalam operasi repatriasi satwa liar tahun 2006.

“Kapuan adalah bukti nyata perjuangan konservasi jangka panjang. Setelah hampir dua dekade rehabilitasi, akhirnya dia kembali ke rumahnya hutan Kalimantan,” ujar Jamartin Sihite, Ketua Pengurus Yayasan BOSF.

Proses pelepasliaran dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Tim gabungan menggunakan jalur darat dan sungai untuk mengangkut kandang khusus ke titik pelepasan di dalam kawasan hutan TNBBBR. Setibanya di lokasi, satu per satu orangutan dikeluarkan dan langsung memanjat pohon, menandai awal babak baru kehidupan mereka di alam liar.

Jamartin menjelaskan bahwa konservasi tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi merupakan kerja panjang lintas generasi.

“Setiap pelepasliaran adalah hasil kerja kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Ini adalah bukti bahwa ketika manusia peduli, alam akan pulih,” ujarnya.

Hingga kini, ratusan orangutan lainnya masih menjalani proses rehabilitasi di Nyaru Menteng. Yayasan BOS Foundation menargetkan untuk terus melakukan pelepasliaran secara bertahap demi memulihkan populasi orangutan liar dan menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis Kalimantan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *