banner 728x250

Respons Cepat Damkar Palangka Raya Evakuasi Ular Piton 4 Meter, Warga Dihimbau Waspadai Satwa Liar di Musim Pancaroba

Tim rescue damkar palangka raya saat mengevakuasi ular piton empat meter dari langit-langit rumah warga. Foto: Dokumentasi Damkar Palangka Raya.
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Palangka Raya – Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya kembali menunjukkan kesigapan mereka dalam menanggapi laporan darurat dari masyarakat.

Kamis (6/11/2025) dini hari, petugas berhasil mengevakuasi seekor ular piton sepanjang empat meter yang bersembunyi di langit-langit rumah warga di Jalan Nyai Balau, setelah sempat membuat penghuni rumah panik dan ketakutan.

Example 300x600

Menurut keterangan Kasi Operasi dan Penyelamatan Damkar Palangka Raya, Sucipto, ular tersebut diketahui pertama kali oleh pemilik rumah yang mendengar suara mencurigakan dari plafon bagian dapur. Setelah diperiksa, tampak sebagian tubuh ular melilit rangka atap rumah.

“Begitu menerima laporan, tim langsung meluncur ke lokasi. Saat hendak dievakuasi, ular itu melawan dan melilit kuat di kerangka plafon. Proses penanganan memakan waktu beberapa menit karena ukuran ular cukup besar,” ujar Sucipto.

Tim kemudian menggunakan alat penjepit khusus dan pengait panjang untuk menarik ular tersebut secara perlahan agar tidak menimbulkan kerusakan pada atap rumah. Setelah berhasil diamankan, ular piton dimasukkan ke karung dan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di kawasan hutan pinggiran kota.

Kejadian ular masuk rumah bukan pertama kalinya terjadi di Palangka Raya. Dalam sebulan terakhir, Damkar setempat mencatat lebih dari lima laporan evakuasi ular, termasuk jenis piton, ular sawah, dan ular hijau.

Menurut Sucipto, meningkatnya frekuensi kemunculan ular di permukiman padat disebabkan oleh perubahan cuaca ekstrem dan aktivitas manusia yang mempersempit habitat alami satwa liar.

“Ular biasanya keluar mencari tempat hangat atau mangsa di sekitar rumah warga. Musim pancaroba dan hujan deras juga memaksa mereka mencari tempat aman,” jelasnya.

Ia mengimbau warga agar tidak panik dan tidak mencoba menangkap ular sendiri, terutama jika berukuran besar. “Segera hubungi petugas Damkar atau BPBD agar evakuasi dilakukan dengan aman tanpa mencederai satwa maupun manusia,” tambahnya.

Dinas Damkar Palangka Raya menegaskan bahwa mereka selalu siaga 24 jam untuk menangani berbagai jenis laporan darurat, mulai dari kebakaran, penyelamatan hewan, hingga pertolongan pertama di lokasi kejadian.

Setiap laporan yang masuk akan segera diverifikasi melalui call center atau media sosial resmi untuk memastikan respon cepat dan efisien.

“Evakuasi satwa liar seperti ular, biawak, atau tawon menjadi salah satu tugas rutin kami. Meskipun terlihat sederhana, prosedurnya cukup berisiko sehingga hanya boleh dilakukan oleh petugas terlatih,” terang Sucipto.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat Palangka Raya agar menjaga kebersihan dan tidak menimbun sampah di sekitar rumah, karena dapat menjadi tempat persembunyian satwa seperti tikus mangsa alami ular.

Selain itu, warga yang tinggal dekat area rawa, sungai, atau hutan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan di malam hari dan menutup akses terbuka ke atap atau plafon rumah.

“Ular tidak menyerang jika tidak diganggu. Masyarakat perlu memahami pola perilaku mereka agar bisa hidup berdampingan tanpa konflik,” ujar Sucipto menutup keterangan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *