banner 728x250

Generasi Digital Kalimantan Tengah Didorong Jadi Pelopor Nilai Huma Betang di Era Modern

Plt. Sekda Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung menyampaikan sambutan pada kegiatan Dialog Kebersamaan dalam Keberagaman “Huma Betang Goes to Campus” Tahun 2025. Foto: Aldo/MMC Kalteng.
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus berupaya menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan toleransi khas Bumi Tambun Bungai di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan Huma Betang Goes to Campus Tahun 2025, semangat falsafah Huma Betang dihadirkan dalam konteks era digital mengajak mahasiswa menjadi pelopor harmoni dan persaudaraan di dunia nyata maupun dunia maya.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Rabu (5/11/2025), dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, dan dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Leonard menjelaskan bahwa Huma Betang tidak hanya simbol fisik rumah panjang masyarakat Dayak, tetapi juga sebuah filosofi kehidupan yang menekankan nilai kesetaraan, gotong royong, dan persaudaraan.

“Kalau dulu Huma Betang adalah rumah panjang tempat hidup bersama secara nyata, maka di era digital sekarang Huma Betang itu bisa diartikan sebagai ruang sosial yang menyatukan perbedaan. Di media sosial, kita semua punya akun berbeda, tapi nilai Huma Betang mengajarkan bahwa kita tetap bisa hidup rukun meski berbeda pandangan,” tutur Leonard.

Ia menegaskan, mahasiswa sebagai generasi digital harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan hal positif, memperkuat toleransi, serta melawan ujaran kebencian yang kerap muncul di ruang digital.

Direktur Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Mars Khendra Kusfriyadi, menilai kegiatan ini menjadi wadah penting bagi kampus untuk menanamkan karakter dan semangat kebersamaan di tengah kemajuan teknologi.

“Sebagai kampus dengan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah di Kalteng, kami ingin Poltekkes tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tapi juga pusat pembentukan karakter. Huma Betang harus hadir di ruang kuliah, di asrama, bahkan di media sosial mahasiswa,” jelasnya.

Mars Khendra juga berharap Pemprov Kalteng dapat mendukung pembangunan Rusunawa bagi mahasiswa luar daerah, agar nilai kebersamaan lintas suku dan agama semakin kokoh.

Kegiatan ini diwarnai dengan sesi diskusi interaktif antara mahasiswa, akademisi, dan perwakilan pemerintah. Para peserta diajak memahami bahwa nilai Huma Betang sejatinya sangat relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi, individualisme, dan disinformasi digital.

Plt. Sekda Leonard menekankan, “Kalau dunia luar berbicara soal digital citizenship, maka kita di Kalimantan Tengah sudah punya nilai lokal yang sama kuatnya Huma Betang. Prinsipnya satu: bagaimana manusia hidup berdampingan dengan damai, saling menghargai, dan saling membantu.”

Melalui Huma Betang Goes to Campus, Pemprov Kalteng berharap mahasiswa mampu menjadi agen harmoni, bukan hanya di kampus, tetapi juga di media sosial dan lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kepala OPD terkait, serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di Kalimantan Tengah.

Dengan semangat “Generasi Betang Digital”, diharapkan nilai persaudaraan dan toleransi yang diwariskan leluhur Kalimantan Tengah terus hidup dalam setiap langkah anak muda

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *