banner 728x250

BMKG: Cuaca Panas Menyengat Melanda Sejumlah Wilayah, Waspadai UV Ekstrem

banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa belakangan ini cuaca panas yang menyengat dirasakan di banyak daerah Indonesia. Meski bukan fenomena “gelombang panas” (heatwave), intensitas panasnya cukup tinggi dan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.

Catatan Suhu & Potensi Lanjutan

Example 300x600

Menurut siaran pers BMKG, suhu maksimum yang tercatat di berbagai wilayah sudah menyentuh angka lebih dari 35 °C, bahkan mencapai 37,6 °C pada puncaknya.

Beberapa daerah yang sangat terdampak antara lain Jawa (Majalengka), Papua (Boven Digoel), Kalimantan, dan Nusa Tenggara.

BMKG memperkirakan kondisi panas ekstrim ini akan bertahan hingga akhir Oktober atau awal November 2025, tergantung kapan musim hujan mulai memasuki wilayah-wilayah tersebut.

Penyebab Cuaca Panas Menurut BMKG

BMKG menjelaskan bahwa panas menyengat ini bukan disebabkan oleh gelombang panas khas iklim subtropis, melainkan kombinasi faktor-faktor berikut:

1. Gerak semu matahari — posisi matahari sekarang berada di selatan ekuator, sehingga penyinaran ke wilayah Indonesia bagian tengah & selatan menjadi lebih tegak dan intens.

2. Angin dari Benua Australia (monsun timuran) — membawa massa udara kering dan hangat, sehingga pembentukan awan berkurang dan radiasi matahari langsung mencapai permukaan.

3. Minimnya tutupan awan & kelembapan tinggi — sedikit awan mengurangi hambatan sinar matahari, sementara kondisi lembap dan angin lemah membuat panas sulit terlepas dari permukaan.

Dalam pernyataannya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyebut bahwa pada masa sekarang awan hujan sulit terbentuk di banyak wilayah, sehingga efek pemanasan menjadi lebih dominan.

Imbauan & Tips untuk Masyarakat

Seiring cuaca panas yang cenderung persisten, BMKG menghimbau masyarakat agar lebih waspada dan melakukan langkah-langkah antisipasi. Beberapa saran penting:

Batasi paparan matahari langsung antara pukul 10.00 hingga 16.00, ketika sinar UV berada pada tingkat tertinggi.

Perbanyak konsumsi air putih dan hindari dehidrasi.

Gunakan pelindung seperti topi, payung, dan kacamata hitam saat berada di luar ruangan.

Pantau info cuaca terkini melalui situs resmi BMKG, media sosial, dan aplikasi mobile.

Meski siang hari panas, BMKG mengingatkan bahwa hujan lokal bisa terjadi pada sore atau malam hari di beberapa wilayah akibat aktivitas awan konvektif.

Dampak & Catatan Lain

Di Palangka Raya (Kalteng), BMKG mencatat suhu mencapai sekitar 36 °C dan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi panas ekstrem.

Meski panas, bukan berarti fenomena ini berada di luar kenormalan iklim tropis Indonesia. BMKG menegaskan bahwa ini masih dalam batas wajar iklim lokal, meskipun terasa ekstrem bagi sebagian masyarakat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *