banner 728x250

Wagub Edy Pratowo Dorong Pemerintah Daerah Berinovasi Hadapi Keterbatasan Anggaran: Sinergi Jadi Kunci Pembangunan Kalteng Berkelanjutan

Wagub Edy Pratowo, Plt. Sekda Leonard S. Ampung, sert Asisten Perekonomian dan Pembangunan Herson B. Aden pada Rakordalev Triwulan III Tahun 2025.
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Palangka Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo menegaskan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas pembangunan di tengah tantangan keterbatasan fiskal daerah. Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi (Rakordalev) Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Triwulan III Tahun 2025, yang digelar di Aula Bapperida Provinsi Kalteng, Senin (3/11/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program pembangunan serta memastikan keselarasan antara kebijakan provinsi dan kabupaten/kota dalam menghadapi efisiensi anggaran tahun 2026.

Example 300x600

“Kita tidak bisa terus bergantung pada dana transfer pusat. Daerah harus mampu berinovasi, menggali potensi baru, dan membangun kemandirian fiskal dengan cara yang bijak dan berkeadilan,” tegas Wagub Edy Pratowo dalam sambutannya.

Dalam arahannya, Edy menekankan dua hal utama: efisiensi belanja daerah dan sinergi lintas program pembangunan.

Ia menyebut bahwa efisiensi bukan berarti pemangkasan total, tetapi pengelolaan cermat agar setiap rupiah anggaran benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Sektor-sektor yang disebut masih memiliki potensi efisiensi, antara lain perjalanan dinas, rapat koordinasi, dan pemeliharaan aset non-produktif. Sebaliknya, anggaran diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional dan daerah, seperti penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan infrastruktur dasar.

“Kita harus menjaga keseimbangan antara efisiensi dan efektivitas. Program boleh disesuaikan, tapi jangan sampai mengorbankan pelayanan publik,” ujarnya.

Wagub juga mendorong pemerintah kabupaten/kota agar mulai mengoptimalkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cara kreatif, tanpa membebani masyarakat kecil.

Beberapa alternatif yang bisa dikembangkan antara lain pajak alat berat, pajak restoran, serta retribusi berbasis digital yang transparan.

Selain itu, Edy menegaskan peran penting Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam memperkuat struktur ekonomi lokal.

“BUMD jangan hanya jadi simbol. Harus produktif dan inovatif, bahkan bisa bermitra dengan swasta untuk memperkuat ekonomi daerah,” tegasnya.

Dalam forum Rakordalev yang dihadiri Plt. Sekda Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung, para kepala OPD, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota, juga dibahas langkah konkret dalam membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PPED) di beberapa kabupaten strategis seperti Barito Utara, Katingan, Lamandau, Pulang Pisau, dan Seruyan.

Menurut Edy, tim ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor pemerintah, dunia usaha, dan akademisi untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi dan memastikan keberlanjutan pembangunan berbasis potensi lokal.

“Kita punya sumber daya alam besar, tapi tanpa kerja sama yang konkret, nilai tambahnya tidak akan dirasakan masyarakat. Pemerintah harus hadir sebagai fasilitator dan penggerak,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Sekda Leonard S. Ampung menegaskan pentingnya percepatan realisasi anggaran di setiap OPD. Hingga triwulan III, serapan anggaran di beberapa sektor masih di bawah target, terutama pada kegiatan fisik dan pelayanan publik.

Rakordalev kali ini menghasilkan sejumlah rekomendasi, antara lain:

  1. Percepatan penyerapan belanja modal tanpa mengabaikan akuntabilitas;
  2. Penyederhanaan proses birokrasi perencanaan dan pengadaan;
  3. Optimalisasi data capaian kinerja untuk penyusunan RKPD 2026 dan 2027;
  4. Penguatan monitoring dan evaluasi berbasis data digital.

Leonard menyebut, hasil evaluasi ini akan menjadi acuan penyusunan program pembangunan tahun berikutnya agar lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi global dan tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Menutup kegiatan, Wagub Edy Pratowo mengajak seluruh peserta Rakor untuk memperkuat koordinasi dan semangat kolaboratif.

Menurutnya, pembangunan yang berhasil bukanlah hasil kerja satu instansi, tetapi hasil kerja bersama antar lembaga, lintas kabupaten, dan lintas sektor.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus bergerak dalam satu irama menuju Kalteng yang makin berkah, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *