banner 728x250

Talenta Indonesia di Google AS Tekankan AI Berorientasi Manusia, Bukan Sekadar Teknologi

Juan Anugraha Djuwadi, talenta Indonesia yang menjabat sebagai Product Manager di Google Amerika Serikat, saat membagikan pandangan tentang pengembangan AI berorientasi manusia dalam sebuah forum daring. (Foto: Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor, pendekatan yang berorientasi pada manusia dinilai menjadi kunci agar teknologi benar-benar memberi dampak nyata. Hal tersebut disampaikan oleh Juan Anugraha Djuwadi, talenta Indonesia yang kini menjabat sebagai Product Manager di Google Amerika Serikat.

Dalam sebuah webinar bertajuk “AI Streamline Your Business: Build Internal Apps with AI”, Juan membagikan pandangannya mengenai strategi pengembangan AI yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga relevan secara sosial dan etis, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Example 300x600

Menurut Juan, tantangan terbesar dalam pengembangan AI bukanlah menciptakan teknologi yang kompleks, melainkan memastikan solusi tersebut mampu menjawab kebutuhan nyata pengguna. “Teknologi yang baik adalah teknologi yang tidak terasa rumit bagi penggunanya, tetapi langsung memberikan manfaat,” ujarnya.

Relevansi Global dan Tantangan Lokal

Sebagai bagian dari tim Google yang mengembangkan produk berskala global, Juan menekankan pentingnya memahami konteks lokal dalam penerapan AI. Ia menilai bahwa solusi digital tidak bisa disamaratakan di setiap negara, karena perbedaan budaya, literasi digital, dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap teknologi.

“Kepercayaan adalah fondasi adopsi AI. Tanpa trust, sebaik apa pun teknologinya, tidak akan digunakan secara optimal,” jelasnya. Pendekatan ini dinilai relevan bagi Indonesia yang tengah berada dalam fase transisi digital di berbagai sektor, mulai dari layanan publik hingga dunia usaha.

AI Bukan Soal Kecanggihan, Tapi Dampak

Juan juga menggarisbawahi filosofi “less is more” dalam membangun produk berbasis AI. Dalam sistem berskala besar, kesalahan kecil dapat berdampak luas. Karena itu, perhatian terhadap detail menjadi aspek strategis, bukan sekadar teknis.

Ia menambahkan bahwa data dan intuisi harus berjalan beriringan. Data membantu mengoptimalkan kinerja saat ini, sementara intuisi menjadi penentu arah inovasi di masa depan. Pendekatan ini, menurutnya, penting agar organisasi tidak terjebak pada inovasi yang reaktif.

Inspirasi bagi Talenta Digital Indonesia

Perjalanan karier Juan, yang sebelumnya juga berkecimpung di sejumlah perusahaan teknologi global seperti Niantic, Activision, hingga Electronic Arts, menjadi bukti bahwa talenta Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi di panggung global.

Ia berharap pengalaman dan wawasan yang dibagikannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga penggerak arah pengembangan AI yang beretika dan berdampak luas.

“Indonesia punya potensi besar. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengambil peran strategis, bukan hanya mengikuti arus,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *