KLIKKALTENG, Palangka Raya – Aksi pencurian uang kotak amal kembali terjadi di Kota Palangka Raya. Seorang pria diamankan oleh pengurus Masjid Raudhatul Jannah di Jalan Husni Thamrin setelah tertangkap tangan hendak mengambil uang dari kotak amal, Selasa (4/11/2025). Ironisnya, pelaku diketahui sudah tiga kali melakukan aksi serupa di masjid yang sama.
Rekaman kamera CCTV memperlihatkan pelaku datang dengan santai mengenakan kaus dan celana pendek sambil membawa tas kecil. Ia sempat menutup pintu masjid dan mengamati situasi sekitar sebelum menuju tempat kotak amal disimpan. Namun aksinya gagal setelah kedatangan imam masjid yang membuatnya panik dan berpura-pura duduk membaca buku.
“Saya langsung curiga, karena wajahnya mirip dengan pelaku pencurian sebelumnya. Setelah kami cek rekaman CCTV, ternyata benar dia orang yang sama,” ungkap Ergi San Saputra, Imam Masjid Raudhatul Jannah.
Menurut Ergi, pihak masjid sudah dua kali kehilangan uang kotak amal sebelumnya, dan kejadian kali ini memperkuat dugaan bahwa pelaku merupakan orang yang sama.
Pelaku kemudian diamankan oleh pengurus masjid dan dimintai keterangan di tempat. Setelah diinterogasi, pria tersebut mengakui perbuatannya dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi.
“Kami beri kesempatan terakhir. Tapi kalau nanti dia kembali melakukan hal serupa, kami akan serahkan ke pihak kepolisian,” tegas Ergi.
Peristiwa ini sempat menjadi perhatian warga sekitar yang berdatangan ke masjid setelah mendengar kabar penangkapan pelaku. Mereka mengapresiasi langkah tegas pengurus masjid dalam menjaga keamanan dan ketertiban tempat ibadah.
Kasus pencurian kotak amal bukan hal baru di Palangka Raya. Polisi mengimbau seluruh pengurus rumah ibadah untuk meningkatkan pengawasan, termasuk dengan memasang CCTV di area strategis.
“Kami minta pengurus masjid, gereja, pura, dan tempat ibadah lainnya untuk memperkuat sistem keamanan. Jika menemukan orang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib,” ujar salah satu anggota Polresta Palangka Raya yang dikonfirmasi secara terpisah.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa kejujuran dan tanggung jawab moral harus tetap dijaga, terlebih di tempat ibadah yang seharusnya menjadi ruang suci dan aman bagi semua umat.


















