JAKARTA – Sejumlah penelitian ilmiah mengungkap adanya keterkaitan antara golongan darah dengan risiko penyakit kardiovaskular. Salah satu temuan menarik menunjukkan bahwa individu dengan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah terkena serangan jantung dibandingkan golongan darah lainnya.
Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology, pemilik golongan darah A, B, dan AB diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner dibandingkan mereka yang memiliki golongan darah O.
Penelitian tersebut mengamati data epidemiologi selama lebih dari dua dekade dan menemukan bahwa risiko penyakit jantung pada golongan darah non-O berkisar antara 6 hingga 23 persen lebih tinggi, dengan rata-rata peningkatan risiko sekitar 11 persen.
Para peneliti menjelaskan bahwa peningkatan risiko tersebut berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang cenderung lebih tinggi pada golongan darah non-O. Kondisi ini berpotensi memicu penyumbatan pembuluh darah jika berlangsung dalam jangka panjang.
Sebaliknya, golongan darah O dinilai memiliki perlindungan kardiovaskular moderat, yang dipengaruhi oleh kadar faktor von Willebrand dan faktor VIII yang lebih rendah, serta efek yang lebih menguntungkan terhadap kolesterol dan peradangan.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa golongan darah bukan satu-satunya penentu kesehatan jantung. Pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan mengendalikan tekanan darah serta kolesterol, tetap menjadi faktor utama pencegahan penyakit jantung.


















