KLIKKALTENG, Palangka Raya – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMAN 1 Palangka Raya yang berlangsung sejak 3 hingga 6 November 2025 tidak hanya menjadi ajang pengukuran prestasi akademik, tetapi juga wujud nyata dari upaya membangun generasi pelajar Kalimantan Tengah yang jujur, disiplin, dan berintegritas tinggi.
Kegiatan yang mendapat apresiasi langsung dari Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, itu dinilai berjalan lancar, tertib, dan profesional. Ia menilai SMAN 1 Palangka Raya berhasil menampilkan atmosfer ujian yang positif dan kondusif bagi para siswa.
“Anak-anak terlihat tenang dan siap menghadapi ujian. Saya lihat tidak ada tekanan berlebihan, semuanya berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Ini mencerminkan kesiapan sekolah dalam membangun kultur pendidikan yang sehat,” ujar Iwa usai melakukan peninjauan, Jumat (7/11/2025).
Menurut Iwa, pelaksanaan TKA tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga prosesnya. Sikap jujur dan semangat belajar yang ditunjukkan para siswa menjadi indikator penting keberhasilan pendidikan.
“Prinsip ‘jujur dan gembira’ yang diusung dalam TKA tahun ini sangat penting. Jujur berarti mengandalkan kemampuan sendiri, sedangkan gembira menciptakan ruang psikologis positif bagi anak-anak. Dua hal ini harus menjadi budaya belajar di sekolah,” tegasnya.
Pelaksanaan TKA di SMAN 1 Palangka Raya disebut telah memenuhi seluruh standar kenyamanan dan keamanan. Fasilitas ruang ujian memadai berpendingin udara, pencahayaan cukup, serta tata letak yang mendukung konsentrasi peserta. Barang pribadi, termasuk ponsel, ditempatkan di depan ruangan untuk mencegah kecurangan.
“Kenyamanan ruang ujian berpengaruh langsung pada fokus siswa. Saya apresiasi pihak sekolah yang betul-betul mempersiapkan semuanya dengan matang,” tambah Iwa.
Tes Kemampuan Akademik menjadi salah satu instrumen penting dalam pemetaan mutu pendidikan nasional. Melalui hasil TKA, pemerintah dapat menilai capaian belajar siswa secara objektif dan menentukan strategi peningkatan kualitas pembelajaran di masa depan.
Namun, menurut sejumlah pengamat pendidikan di Palangka Raya, keberhasilan pelaksanaan TKA seperti di SMAN 1 bukan hanya soal teknis, melainkan juga pembentukan karakter.
“Kalau sekolah bisa memastikan ujian berjalan jujur, tertib, dan tanpa tekanan, maka itu bukti keberhasilan membangun ekosistem belajar yang berintegritas. Pendidikan bukan hanya soal nilai, tapi juga kejujuran,” ujar salah satu praktisi pendidikan, Herlina Widya.
Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Pendidikan menilai keberhasilan pelaksanaan TKA di SMAN 1 Palangka Raya dapat menjadi model praktik baik (best practice) bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Kalimantan Tengah.
Diharapkan, semangat “jujur dan gembira” tidak berhenti di ruang ujian, melainkan menjadi bagian dari budaya belajar di seluruh satuan pendidikan.
“Anak-anak yang jujur saat ujian hari ini akan tumbuh menjadi pemimpin yang jujur di masa depan. Itulah makna sejati pendidikan berkarakter,” ungkap Iwa.
Pelaksanaan TKA yang berlangsung aman, tertib, dan berintegritas ini juga menjadi cerminan komitmen dunia pendidikan di Kalimantan Tengah dalam mewujudkan visi “Kalteng Cerdas, Berkarakter, dan BerAKHLAK.”


















