KLIKKALTENG, Jakarta – Kontingen Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi memulai langkahnya menuju ajang olahraga pelajar paling bergengsi di Indonesia, yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI Tahun 2025. Ratusan atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai kabupaten/kota di Kalteng mulai tiba secara bertahap di Jakarta sejak Kamis (31/10/2025).
Kehadiran mereka disambut penuh semangat oleh panitia dan perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng, menandai dimulainya perjuangan untuk mengharumkan nama “Bumi Tambun Bungai” di kancah nasional.
“POPNAS bukan sekadar kompetisi. Ini adalah panggung pembuktian bagi anak-anak muda Kalteng untuk menunjukkan semangat Isen Mulang pantang mundur dan siap berprestasi,” ujar Adi Nur Pajar, Wakil Ketua Kontingen POPNAS Kalteng, sesaat setelah tiba di Jakarta.
Adi menjelaskan, kedatangan kontingen dilakukan secara bertahap sesuai jadwal pertandingan masing-masing cabang olahraga. Atlet dayung dan sepak takraw menjadi rombongan pertama yang tiba, disusul cabang renang, menembak, tenis meja, serta para atlet disabilitas yang akan bertanding di ajang PEPARPENAS.
“Kami terus menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental. Kalteng datang dengan tekad besar, bukan hanya untuk berpartisipasi, tetapi juga membawa pulang medali dan membanggakan daerah,” katanya.
Kontingen Kalteng tercatat mengirimkan 279 orang, terdiri dari 106 atlet, 43 pelatih, 54 ofisial, serta tim pendukung dan media. Para atlet akan berlaga di 16 cabang olahraga POPNAS dan 4 cabang PEPARPENAS, termasuk dayung, menembak, tinju, taekwondo, dan atletik.
Optimisme tinggi juga datang dari para atlet muda Kalteng. Salah satunya Dimas Putra Ramadan, atlet cabang tinju, yang menegaskan tekadnya untuk memperbaiki prestasi sebelumnya.
“Tahun lalu saya dapat perak di pra-POPNAS. Tahun ini saya target emas untuk Kalteng,” ucapnya penuh semangat.
Senada, atlet menembak Exel berharap prestasinya bisa menginspirasi rekan-rekan lainnya.
“Kalteng punya potensi besar di cabang menembak. Kami butuh dukungan fasilitas agar bisa terus berkembang dan bersaing dengan daerah besar seperti Jawa Barat atau DKI,” ujarnya.
Sementara pelatih taekwondo Laila menyebut persiapan kali ini jauh lebih matang dibanding POPNAS sebelumnya di Palembang.
“Kami berlatih intensif selama empat bulan terakhir. Fokus kami bukan hanya teknik, tapi juga mental bertanding. Tahun ini kami ingin raih hasil terbaik,” ungkapnya.
Kepala Dispora Kalteng, Agus Siswadi, menegaskan bahwa POPNAS dan PEPARPENAS bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah regenerasi atlet muda Kalteng menuju tingkat nasional dan internasional.
“Kami ingin atlet Kalteng tampil percaya diri, berani, dan sportif. Hasil bukan satu-satunya ukuran, tapi semangat dan perjuangan mereka adalah kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kalteng,” ujar Agus.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi akan terus memperkuat pembinaan olahraga pelajar melalui fasilitas latihan, pelatihan pelatih, dan pengembangan atlet berbakat di tiap daerah.
Kalteng dikenal dengan semboyan “Isen Mulang” yang berarti pantang mundur. Semangat itu kini menjadi napas perjuangan ratusan atlet muda yang membawa harapan daerah.
“Kami datang bukan hanya untuk bersaing, tapi juga memperlihatkan bahwa Kalteng punya semangat, karakter, dan daya juang tinggi. Apa pun hasilnya nanti, mereka sudah menjadi juara di hati masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkas Adi.
Ajang POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI akan berlangsung hingga 10 November 2025, menampilkan ribuan atlet pelajar dari seluruh provinsi di Indonesia. Kalimantan Tengah menargetkan peningkatan prestasi signifikan dibanding edisi sebelumnya di Palembang, sekaligus membuktikan diri sebagai provinsi dengan potensi besar di dunia olahraga pelajar.


















