banner 728x250

Rapat Koordinasi Jelang Nataru, Mendagri & Menhub Fokus pada Pengamanan, Transportasi, dan Inflasi Nasional

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membahas berbagai persiapan menghadapi perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), yang mencakup aspek transportasi, keselamatan, cuaca ekstrem, hingga pengendalian inflasi di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Jumat (21/11/2025). Foto : Puspen Kemendagri
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Jakarta – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menggelar rapat koordinasi strategis membahas pengamanan, mobilitas masyarakat, kesiapan transportasi, serta pengendalian inflasi nasional. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Dalam rapat tersebut, Mendagri menegaskan bahwa momentum Nataru biasanya disertai tingginya mobilitas masyarakat, baik untuk libur akhir tahun maupun perjalanan pulang kampung. Oleh sebab itu, pemerintah meminta koordinasi lintas kementerian hingga ke tingkat pemerintah daerah agar kesiapan lapangan berjalan efektif.

Example 300x600

“Nataru bukan hanya momen perayaan, tetapi juga masa perjalanan besar masyarakat. Karena itu, koordinasi dari pemerintah pusat hingga daerah harus siap dari sisi keamanan, transportasi, cuaca ekstrem, hingga pengendalian inflasi,” tegas Mendagri.

Mendagri mengingatkan bahwa konsumsi masyarakat biasanya meningkat tajam menjelang Nataru. Pemda diimbau bersama Bulog, Satgas Pangan, BPS, dan kepolisian agar memastikan harga bahan pokok terkendali.

Selain pangan, tarif transportasi udara menjadi perhatian pemerintah. Jika tidak dikendalikan, dapat memicu inflasi nasional. Mendagri mengapresiasi kinerja Kemenhub pada 2024 yang berhasil menekan tarif penerbangan hingga membantu menurunkan inflasi di bulan Desember tahun lalu.

Menhub Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa pengawasan ekstra akan diterapkan di jalur sungai, laut, penyeberangan, serta kereta api di wilayah dengan volume penumpang tinggi.

“Kami mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan kenaikan jumlah penumpang. Kapal sering dipaksakan berangkat melebihi kapasitas. Maka kami siapkan penambahan pelampung dan pengawasan ketat operator transportasi,” jelasnya.

Pemerintah juga akan memastikan protokol keselamatan transportasi diperketat dan jalur wisata utama dimonitor untuk mencegah kemacetan besar.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *