KLIKKALTENG, Muara Teweh – Babak final Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025 di Muara Teweh berlangsung dengan tertib dan penuh antusias. Panitia menegaskan bahwa seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif dan profesional, guna memastikan peserta terbaik dapat mewakili Kalteng di MTQH Tingkat Nasional.
Koordinator Pengawas Dewan Hakim, Chairuddin Halim, menjelaskan bahwa mekanisme pertukaran hakim diterapkan jika terdapat kesamaan daerah asal antara hakim dan peserta. Langkah ini menjadi bentuk komitmen untuk menjamin integritas dan menghindari konflik kepentingan dalam proses penjurian.
“Pertukaran hakim ini wajib agar tidak ada ruang subjektivitas. Kemurnian penilaian adalah prinsip utama kami,” ujar Chairuddin di Venue MTQH Cafe Kopi Itah Muara Teweh, Kamis (20/11/2025).
Selain itu, panitia memastikan bahwa komposisi dewan hakim tidak berubah dari babak penyisihan hingga final, demi menjaga konsistensi penilaian sesuai kompetensi masing-masing hakim.
Koordinator Bidang Upacara dan Protokoler, Riduan Syahrani, menyampaikan bahwa acara berjalan baik berkat dukungan pemerintah daerah. Ia juga menyebut arahan Gubernur Kalteng untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQH sekaligus mempersiapkan peserta yang siap bersaing di tingkat nasional.
Penutupan MTQH XXXIII dijadwalkan akan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.
Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, sekaligus Sekretaris Umum LPTQ Kalteng, M Yusi Abdhian, turut memberikan apresiasi terhadap kelancaran penyelenggaraan kegiatan.
“MTQH bukan hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan generasi Qur’ani di Kalimantan Tengah. Semoga para finalis terus berkembang dan membawa kebanggaan bagi daerah di tingkat nasional,” ungkapnya.
MTQH XXXIII ini dinilai menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong penguatan karakter spiritual masyarakat Kalteng.


















