banner 728x250

Pengawasan MTQH XXXIII Kalteng Diperketat, Transparansi Penilaian Jadi Fokus Utama

Peserta lomba tampil khusyuk di Masjid Raya Siratal Musaqiem.
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Muara Teweh– Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXIII Provinsi Kalimantan Tengah di Muara Teweh terus menunjukkan peningkatan kualitas penyelenggaraan. Dewan Pengawas Hakim memaksimalkan pemantauan di 17 titik lomba untuk memastikan objektivitas dan integritas penilaian berjalan sesuai standar.

Koordinator Pengawas Dewan Hakim MTQH XXXIII Kalteng, Chairuddin Halim, mengatakan bahwa evaluasi lapangan dilakukan secara intensif selama dua hari guna memastikan tugas hakim berjalan profesional.

Example 300x600

“Penataan majelis hakim kami perbaiki agar penilaian tetap objektif. Ada beberapa hal yang kami luruskan demi efektivitas penilaian, dan kami berharap seluruh nilai yang dihasilkan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya saat ditemui di Masjid Raya Siratal Musaqiem, Selasa (18/11/2025).

Koordinator Bidang Upacara dan Protokoler MTQH XXXIII Riduan Syahrani menegaskan bahwa kendala teknis seperti kualitas pengeras suara telah diatasi dengan cepat melalui koordinasi antarbidang.

“Peralatan sudah optimal. Yang perlu dijaga selanjutnya adalah pelayanan kepada Dewan Hakim, terutama konsumsi dan teknis pengawasan. Cabang tertentu seperti kaligrafi dan karya tulis memerlukan pelayanan ekstra,” jelasnya.

Menjelang malam penutupan, panitia akan menggelar rapat besar untuk merampungkan proses gladi, penataan piala, serta pengamanan acara. Band nasional Wali Band dijadwalkan hadir menghibur masyarakat pada malam penutupan.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalteng sekaligus Sekretaris Umum LPTQ Kalteng, M. Yusi Abdhian, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh panitia dan Dewan Hakim atas dedikasinya menjaga kredibilitas MTQH tahun ini.

“MTQH bukan hanya ajang lomba, tetapi momentum untuk menguatkan kecintaan masyarakat pada Al-Qur’an. Objektivitas dan integritas penilaian adalah hal utama, seluruh peserta harus merasa diperlakukan adil,” tegasnya.

MTQH XXXIII di Muara Teweh diharapkan menjadi tolok ukur penyelenggaraan MTQH yang semakin profesional serta membawa dampak positif bagi pembinaan generasi Qur’ani di Kalimantan Tengah.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *