KLIKKALTENG, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar nasional, terutama dari aspek kualitas gizi, kebersihan dapur, dan tata kelola distribusi.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, saat menghadiri kegiatan Pengarahan dan Evaluasi Program MBG yang digelar oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Hotel M Bahalap, Palangka Raya, Kamis (22/1/2026).
Wagub menilai evaluasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pengawasan lapangan, mengingat masih ditemui sejumlah kendala, khususnya distribusi makanan ke wilayah pedalaman serta pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada sebagian SPPG.
“Program MBG harus menjamin makanan yang sehat, higienis, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan. Evaluasi ini penting agar kualitas pelayanan terus meningkat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Brigjen TNI Rudi Setiawan, mengungkapkan bahwa dari 63 SPPG yang beroperasi di Kalteng, sebanyak 59 SPPG masih menghadapi persoalan infrastruktur, manajemen, serta sumber daya manusia.
BGN memberikan waktu tujuh hari kepada SPPG untuk melakukan perbaikan. Apabila tidak dipenuhi, akan dikenakan sanksi administratif hingga penghentian operasional.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha, menegaskan bahwa Kepala SPPG memiliki mandat langsung dari negara dan harus terbebas dari intervensi pihak mana pun.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis nasional untuk mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.


















