KLIKKALTENG, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) mengikuti Peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) Tingkat Nasional ke-12 yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Jumat (21/11/2025). Pelaksanaan virtual memungkinkan seluruh daerah di Indonesia mengikuti kegiatan secara serentak dan terkoordinasi.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dengan mengusung tema “Protein Ikan untuk Indonesia Emas 2045”, yang menegaskan pentingnya konsumsi ikan untuk membangun sumber daya manusia unggul sekaligus sebagai upaya pencegahan stunting.
Kepala Dislutkan Prov. Kalteng, Sri Widanarni, mengikuti kegiatan ini bersama para pejabat administrator, pengawas, fungsional, serta pegawai Dislutkan dari Aula Dislutkan Provinsi Kalteng.
Dalam keterangannya, Sri Widanarni menegaskan bahwa keterlibatan Kalteng dalam Harkannas merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat peran ikan sebagai sumber protein yang mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Melalui momentum Harkannas, kita ingin mengajak seluruh masyarakat Kalteng untuk menjadikan konsumsi ikan sebagai budaya dalam keseharian. Ikan adalah protein yang bergizi tinggi dan efektif dalam penurunan stunting. Gerakan makan ikan harus terus diperluas hingga keluarga dan komunitas terkecil,” ujarnya.
Selama kegiatan, para peserta di Aula Dislutkan mengikuti materi mengenai strategi peningkatan konsumsi ikan, penguatan gizi, serta peran sektor perikanan dalam mendukung pembangunan manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Momen tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi internal terkait program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) serta rencana penguatan gizi masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
Kegiatan berlangsung lancar dan ditutup dengan foto bersama sebagai bentuk komitmen Kalteng mendukung gerakan nasional konsumsi ikan.
“Kami ingin Harkannas menjadi titik penguatan gizi masyarakat. Generasi sehat, cerdas, dan berkualitas adalah modal utama dalam menghadapi masa depan,” tambah Sri Widanarni.


















