KLIKKALTENG, Banjarbaru – Proses seleksi calon prajurit TNI Angkatan Darat di wilayah Kodam XXII/Tambun Bungai memasuki tahap akhir dengan pelaksanaan Sidang Pantukhir Calon Bintara Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2025, Kamis (6/11/2025).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin ini menjadi momen penting dalam memastikan hadirnya generasi muda Kalimantan Tengah yang siap mengabdi dengan integritas dan profesionalisme tinggi.
Sidang yang berlangsung di Aula Loyalitas Rindam XXII/Tambun Bungai, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, diikuti oleh 217 peserta terbaik dari hasil seleksi ketat di tingkat daerah. Para peserta sebelumnya telah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari administrasi, tes kesehatan, kesamaptaan jasmani, hingga psikotes dan penelitian personel.
Dalam sambutannya, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menekankan bahwa proses rekrutmen bukan semata-mata untuk menambah jumlah personel, tetapi juga mencetak generasi muda berkarakter kuat, tangguh, dan berjiwa nasionalis.
“Proses ini bukan sekadar mencari calon prajurit yang sehat jasmani, tetapi mencari sosok muda yang siap mengabdi dengan moral, etika, dan semangat kebangsaan yang tinggi. TNI AD membutuhkan prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berintegritas dan cerdas secara emosional,” tegas Pangdam.
Ia juga mengingatkan seluruh panitia seleksi agar menjaga transparansi, objektivitas, dan kejujuran selama proses sidang berlangsung. “Integritas panitia menentukan kualitas hasil. Kita ingin memastikan hanya yang terbaik yang layak bergabung dengan TNI AD,” tambahnya.
Mayjen Zainul Arifin menjelaskan bahwa rekrutmen prajurit Bintara kali ini juga merupakan bagian dari kebijakan strategis TNI AD dalam mendukung pembentukan satuan teritorial pembangunan. Langkah ini selaras dengan arah pembangunan nasional untuk memperkuat ketahanan wilayah sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah.
“Pembentukan satuan teritorial bukan hanya urusan pertahanan. Ini juga langkah nyata dalam pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi lokal, dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam konteks tersebut, Kodam XXII/Tambun Bungai berperan strategis karena wilayah tanggung jawabnya mencakup Kalimantan Tengah dan sebagian Kalimantan Selatan — daerah yang tengah berkembang pesat di sektor sumber daya alam dan infrastruktur.
Dari ratusan pendaftar di seluruh jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai, hanya 217 peserta yang berhasil lolos ke tahap akhir. Mereka adalah putra-putra terbaik yang membawa semangat “Isen Mulang” pantang menyerah, simbol kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah.
Sidang Pantukhir ini menjadi penentu akhir sebelum peserta dinyatakan lulus sebagai Bintara Prajurit Karier TNI AD. Proses seleksi ketat ini menegaskan komitmen TNI dalam menghasilkan personel yang profesional dan siap menghadapi tantangan modern.
Selain fungsi pertahanan, keberadaan prajurit TNI di daerah juga berperan besar dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Pangdam menegaskan bahwa prajurit yang dilahirkan dari proses rekrutmen ini nantinya akan menjadi penjaga ketertiban, pelindung rakyat, sekaligus penggerak pembangunan.
“TNI tidak berdiri di atas rakyat, tapi bersama rakyat. Karena itu, kami ingin setiap prajurit yang lahir dari Kalimantan Tengah membawa nilai kemanusiaan, nasionalisme, dan pengabdian tanpa pamrih,” tutur Pangdam.
Dengan dilaksanakannya sidang Pantukhir ini, Kodam XXII/Tambun Bungai berharap semakin banyak generasi muda Kalimantan Tengah yang tertarik untuk bergabung dengan TNI dan berkontribusi membangun bangsa dari daerah.
“Menjadi prajurit bukan sekadar profesi, tapi panggilan untuk mengabdi kepada tanah air. Kami ingin anak-anak muda Kalteng menyalurkan semangat juang mereka melalui jalur yang bermartabat,” pungkas Pangdam Zainul Arifin.


















