KLIKKALTENG, Palangka Raya — Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tahun 2025 yang ditutup Gubernur Agustiar Sabran di GOR Serbaguna Km 5,5 pada Minggu (2/11/2025) ternyata memberikan manfaat lebih luas bagi peserta, bukan cuma kedisiplinan dan semangat bela negara, tapi juga keterampilan hidup (life skills) dan peluang pengembangan karier bagi 3.000 pelajar SMA/SMK se-Kalteng.
Kegiatan yang melibatkan Kodam XXII/Tambun Bungai bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng ini menghadirkan modul pelatihan praktis dari manajemen waktu, kepemimpinan tim, komunikasi efektif, hingga basic first aid dan kewirausahaan yang menurut sejumlah guru pendamping jauh lebih relevan bagi kesiapan siswa menghadapi dunia kerja dibanding pelatihan formal di kelas.
“Kami melihat perubahan sikap yang nyata siswa yang semula pasif kini lebih berani ambil peran, bekerja sama, dan memecahkan masalah. Itu modal penting saat mereka melanjutkan studi atau memasuki dunia kerja,” kata salah satu guru pendamping dari SMA Negeri di Palangka Raya.
Dalam penutupan, Gubernur Agustiar menekankan nilai Huma Betang hidup rukun dan gotong royong sebagai inti dari seluruh aktivitas Persami. Namun di balik sambutan resmi, beberapa instruktur Kodam menegaskan program juga dirancang untuk membuka jalur lanjutan bagi peserta yang berminat dalam jalur karier militer maupun non-militer, seperti peluang beasiswa, magang industri, dan pelatihan vokasi.
“KKRI bukan berarti semua peserta diarahkan jadi prajurit. Tujuan kami melatih kedisiplinan, etos kerja, dan skill teknis sederhana yang bisa diaplikasikan di banyak sektor pertanian, perikanan, UMKM, sampai sektor jasa,” ujar salah satu perwira pembina.
Salah seorang peserta, Siska (17), mengaku mendapatkan pengalaman berharga saat ikut simulasi manajemen krisis dan pelatihan pertolongan pertama. “Awalnya saya ikut karena teman, tapi saya pulang dengan pelajaran yang bisa langsung dipakai: bagaimana menjaga kesehatan kelompok, membagi tugas, dan tetap tenang saat masalah,” ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan dukungan instansi terhadap kolaborasi seperti ini. Menurutnya, program ekstra-kurikuler yang menggabungkan elemen kepemimpinan dan keterampilan praktis merupakan bagian dari upaya memperkaya kurikulum karakter di sekolah tanpa mengurangi jam pelajaran inti.
“Pendidikan karakter harus nyata dan terukur. Kegiatan seperti Persami KKRI menjadi wahana pembelajaran alternatif yang efektif untuk membangun mental, keterampilan sosial, dan kesiapan kerja generasi muda,” kata Reza.
Para kepala sekolah yang hadir berharap momentum ini diperluas ke program lanjutan: sertifikasi kompetensi peserta, kemitraan dengan dunia usaha setempat, dan program tindak lanjut di sekolah agar kemampuan yang diperoleh tidak hilang begitu siswa kembali ke rutinitas akademik.
Penutupan Persami diwarnai pesan tegas dari Gubernur agar generasi muda menjauhi hal-hal negatif seperti narkoba, pergaulan bebas, dan kecanduan game online seraya mengingatkan bahwa kedisiplinan dan adab adalah modal utama untuk meraih masa depan yang lebih baik.


















