banner 728x250

Kepala Daerah Jadi Faktor Penentu Keberhasilan Turunkan Stunting, Wamendagri Tekankan Kolaborasi Daerah

Wamendagri Bima Arya memberikan keterangan usai Rakornas Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Jakarta. (Foto: Puspen Kemendagri).
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting di berbagai daerah tidak lepas dari kepemimpinan kepala daerah yang aktif, responsif, serta mampu membangun kolaborasi lintas sektor. Hal ini disampaikannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (12/11/2025).

Menurut Bima, kepala daerah menjadi figur sentral dalam menggerakkan seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintahan, mulai dari upaya pencegahan, penanganan, hingga penguatan edukasi publik terkait pentingnya gizi seimbang.

Example 300x600

“Yang kita lihat, daerah-daerah yang berhasil menekan angka stunting dipimpin oleh kepala daerah yang lincah, mau berkolaborasi, dan memahami betul pentingnya kerja pentaheliks. Peran kepala daerah itu kunci,” tegasnya.

Bima menyebut bahwa penghargaan yang diberikan dalam Rakornas kali ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi daerah dapat berpengaruh signifikan terhadap penurunan stunting nasional.

Dorongan Kawal Program MBG di Daerah

Wamendagri juga menyinggung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional. Menurutnya, MBG harus dikawal secara serius oleh pemerintah daerah agar selaras dengan target percepatan penurunan stunting.

“Kita minta kepala daerah mengawal betul agar program MBG ini berkolerasi positif dengan penurunan stunting. Sekarang tata kelolanya sudah diperbaiki, tinggal bagaimana di daerah bisa memaksimalkan pelaksanaannya,” jelas Bima.

Menko PMK: Stunting Harus Turun Lebih Cepat

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh lapisan pemerintahan dan masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting.

Ia menyampaikan bahwa prevalensi stunting nasional tahun 2024 berada di angka 19,8 persen, namun pemerintah menargetkan penurunan yang lebih signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

“Capaian ini tidak mungkin terwujud tanpa kerja lintas kementerian dan dukungan Pemda sampai tingkat desa. Peran Posyandu dan relawan juga sangat strategis,” ujar Pratikno.

Penghargaan untuk Daerah Berprestasi

Dalam Rakornas tersebut, sejumlah daerah dianugerahi penghargaan atas kinerjanya dalam percepatan penurunan stunting, di antaranya Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Deli Serdang, Kota Palu, Kota Tangerang Selatan, Kota Mojokerto.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BKKBN Wihaji, serta Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *