banner 728x250

Kemendagri Ajak ASN Tanamkan Nilai Kepahlawanan, Bekerja dengan Semangat Nasionalisme

Dirjen Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (10/11/2025). (Foto: Puspen Kemendagri).
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Jakarta – Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan 2025, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia untuk meneladani nilai perjuangan dan semangat nasionalisme para pahlawan.

Upacara peringatan yang digelar di Plaza Gedung A, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (10/11/2025), berlangsung khidmat. Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) La Ode Ahmad Pidana Bolombo bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf.

Example 300x600

Dalam amanatnya, La Ode menyampaikan pesan mendalam mengenai arti perjuangan dan pengorbanan. Menurutnya, para pahlawan bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, tetapi cahaya yang menerangi jalan bangsa hingga kini.

“Kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Ia lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, dan kebersamaan. Para pahlawan mengajarkan kita arti keikhlasan dalam berjuang untuk bangsa,” ucap La Ode.

Ia menegaskan bahwa semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata ASN: melayani dengan tulus, bekerja profesional, dan menjunjung integritas.

Dalam amanat tersebut, La Ode juga menyampaikan tiga hal yang dapat dijadikan pedoman oleh ASN masa kini, yakni:

1. Kesabaran dalam perjuangan. Pahlawan menunjukkan keteguhan hati dan kesabaran dalam meraih cita-cita kemerdekaan.

2. Semangat mendahulukan kepentingan bangsa. Setelah merdeka, mereka tidak berebut jabatan, tetapi mengabdi untuk rakyat.

3. Pandangan jauh ke depan. Para pahlawan berjuang bukan untuk diri mereka, tetapi untuk generasi yang akan datang.

“Mereka berjuang dengan jiwa dan doa yang tak pernah padam. Semangat inilah yang harus diteruskan ASN dalam membangun bangsa,” ujarnya.

La Ode menegaskan bahwa di era modern, perjuangan tidak lagi dilakukan dengan senjata, melainkan dengan ilmu pengetahuan, empati, dan pengabdian. ASN menjadi garda terdepan dalam memperkuat pelayanan publik dan menjaga persatuan bangsa.

“Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tapi pena, data, dan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Inilah bentuk perjuangan masa kini,” katanya.

Ia menambahkan, semangat juang para pahlawan kini diwujudkan dalam program pembangunan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang mencakup ketahanan nasional, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

“Sebagaimana para pahlawan berjuang tanpa pamrih, ASN harus menjaga agar api perjuangan tidak pernah padam dengan bekerja lebih keras dan melayani lebih tulus,” tutupnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *