banner 728x250

Jelang Idulfitri, Mendagri Tegaskan Stok Pangan Nasional Aman dan Minta Warga Tidak Panic Buying

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama kepala daerah dan instansi terkait di Tanjungpinang. (Kkg/Sumber Foto:Puspen Kemendagri).
banner 120x600
banner 468x60

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memastikan ketersediaan stok pangan nasional menjelang Hari Raya Idulfitri dalam kondisi aman dan mencukupi. Masyarakat pun diimbau tetap tenang serta tidak melakukan panic buying yang justru dapat mengganggu stabilitas distribusi pangan.

Hal tersebut disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program Tiga Juta Rumah di Aula Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).

Example 300x600

Menurut Tito Karnavian, lonjakan inflasi pada Februari secara year on year (YoY) sebesar 4,76 persen bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan pokok di dalam negeri. Ia menegaskan bahwa pasokan komoditas makanan dan minuman masih relatif terkendali.

“Masyarakat tidak perlu panik. Jangan melakukan panic buying karena justru bisa mengganggu rantai pasok,” tegas Tito.

Ia menjelaskan, salah satu indikator kuatnya ketahanan pangan nasional adalah ketersediaan beras yang masih melimpah. Saat ini Indonesia memiliki cadangan beras nasional sekitar 4 juta ton yang dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, pemerintah melalui Perum Bulog juga telah menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekitar 1 juta ton dari total rencana penyaluran 1,5 juta ton.

Untuk menjaga stabilitas harga menjelang hari raya, Mendagri meminta seluruh kepala daerah aktif melakukan langkah-langkah pengendalian inflasi di wilayah masing-masing. Salah satunya dengan memperkuat koordinasi dengan distributor, pelaku usaha pasar, serta menggelar Gerakan Pasar Murah.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memberikan informasi yang menenangkan kepada masyarakat terkait kondisi stok pangan di daerah.

“Tugas pemerintah adalah meyakinkan masyarakat bahwa stok pangan cukup dan distribusinya berjalan baik,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain itu, rapat juga diikuti secara virtual oleh kepala daerah dan perwakilan kementerian/lembaga dari seluruh Indonesia.

Melalui koordinasi tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idulfitri dapat tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani momen hari raya dengan tenang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *