banner 728x250

HUT ke-11 RSJ Kalawa Atei, Plt. Sekda Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Jiwa Berbasis Pemulihan

Pose bersama Plt. Sekda, Direktur RSJ Kalawa Atei, dan para pejabat dalam rangka peringatan HUT ke-11.
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Palangka Raya – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei memasuki usia ke-11 tahun pada Senin (17/11/2025), sebuah perjalanan panjang yang menjadikannya salah satu rujukan utama layanan kesehatan jiwa di Kalimantan Tengah. Pada peringatan HUT ke-11 yang digelar di Halaman Poliklinik RSJ Kalawa Atei, Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, menegaskan bahwa rumah sakit tersebut kini menjadi pilar penting dalam pembangunan kesehatan mental di provinsi ini.

Dalam sambutan yang disampaikan mewakili Gubernur Kalteng, Leonard mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan yang selama ini bekerja dengan dedikasi tinggi, mulai dari dokter, perawat, psikolog, terapis, hingga pekerja sosial.

Example 300x600

“Pengabdian seluruh insan kesehatan jiwa di RSJ Kalawa Atei adalah bentuk pelayanan yang tidak hanya membutuhkan kompetensi, tetapi juga ketulusan dan kesabaran,” ujarnya.

Sejak berdiri sebagai Balai Kesehatan Jiwa pada tahun 2000 hingga kini berstatus Rumah Sakit Kelas B, RSJ Kalawa Atei telah berkembang menjadi pusat edukasi, rehabilitasi, promosi kesehatan jiwa, serta mitra strategis pemerintah dalam menurunkan stigma terhadap gangguan mental di masyarakat.

Leonard menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat layanan kesehatan jiwa sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

“Tantangan layanan kesehatan jiwa semakin kompleks. RSJ Kalawa Atei harus terus memperkuat SDM, memanfaatkan teknologi, serta menghadirkan layanan yang lebih cepat dan manusiawi,” lanjutnya.

Direktur RSJ Kalawa Atei, dr. Seniriaty, menegaskan bahwa perjalanan 11 tahun rumah sakit ini dibangun atas semangat pengabdian seluruh staf.

Ia menekankan bahwa motto rumah sakit, “Melayani dengan Hati Terang”, bukan sekadar slogan, melainkan filosofi pelayanan.

“Hati yang terang berarti melihat pasien sebagai manusia utuh dengan martabat, luka yang harus disembuhkan, dan harapan yang harus dirawat,” ungkapnya.

Kegiatan HUT ke-11 dirangkaikan dengan pemotongan tumpeng, kue ulang tahun, serta penyerahan penghargaan Rehabilitan Terbaik sebagai bentuk apresiasi atas proses pemulihan pasien.

Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Wadir I RSUD dr. Doris Sylvanus dr. Devi Novianti Santoso, Kepala OPD Pemprov Kalteng, jajaran RSJ Kalawa Atei, serta tamu undangan lainnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *