KLIKKALTENG, Palangka Raya – Cuaca ekstrem disertai angin kencang kembali menyebabkan insiden membahayakan di Kota Palangka Raya, Kamis (6/11/2025). Sebuah pohon muhur tua tumbang di Jalan Patih Rumbih menimpa pengendara motor yang sedang berboncengan dengan anaknya sepulang sekolah. Beruntung, keduanya selamat meski sempat terpental dan mengalami luka ringan.
Menurut keterangan warga sekitar, peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, saat kawasan tersebut diguyur hujan ringan dengan angin cukup kencang.
“Tadi bapaknya lagi jemput anaknya sekolah, pas melintas di sini tiba-tiba pohon roboh dan menimpa mereka. Untung cepat ditolong warga,” ujar Yusuf, pedagang di sekitar lokasi kejadian.
Korban sempat mengalami keseleo dan luka lecet di tangan, namun menolak dibawa ke rumah sakit setelah mendapatkan pertolongan pertama dari warga. Kepala Seksi Operasi dan Penyelamatan Damkar Palangka Raya, Sucipto, membenarkan bahwa pohon jenis muhur tersebut sudah lapuk dimakan usia. Hantaman angin yang cukup kuat menyebabkan pohon besar itu roboh ke badan jalan dan menimpa pengendara.
“Batangnya sudah rapuh dan bagian akar mulai keropos. Saat diterpa angin kencang, pohon langsung tumbang dan menimpa pengendara motor yang melintas,” terang Sucipto.
Petugas Damkar dibantu BPBD dan Dinas Kehutanan segera melakukan evakuasi menggunakan mesin pemotong kayu untuk membersihkan batang dan dahan yang menutupi jalan. Arus lalu lintas sempat dialihkan selama proses pembersihan berlangsung. Menurut data BMKG Palangka Raya, wilayah Kalimantan Tengah sedang memasuki masa peralihan musim (pancaroba) yang ditandai dengan angin kencang, hujan lokal, dan petir di beberapa titik kota.
Kondisi ini meningkatkan risiko pohon tumbang, reklame roboh, dan atap rumah terangkat terutama di kawasan dengan pohon tua atau tidak terawat. Sucipto mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintas di jalan dengan pepohonan rindang, terutama pada siang atau sore hari ketika hembusan angin cenderung meningkat.
“Kalau hujan disertai angin, sebaiknya berteduh di tempat aman. Hindari parkir atau berlindung di bawah pohon besar, tiang listrik, atau baliho,” katanya mengingatkan.
Menindaklanjuti insiden ini, Dinas Damkar dan BPBD Palangka Raya akan melakukan pendataan ulang pohon berisiko tumbang di beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Patih Rumbih, Yos Sudarso, dan G. Obos.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, petugas juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelaporan dini apabila melihat pohon yang tampak miring, berongga, atau berdaun kering berlebihan.
“Mitigasi bencana perkotaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat. Dengan laporan cepat, kami bisa bergerak sebelum terjadi hal yang membahayakan,” ujar Sucipto.
Walikota Palangka Raya sebelumnya juga telah mengeluarkan imbauan agar semua instansi teknis meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem November–Desember. Khusus wilayah dengan banyak pepohonan dan jaringan listrik, Pemkot meminta dilakukan pengecekan rutin untuk memastikan kondisi aman bagi warga.
Insiden di Jalan Patih Rumbih ini menjadi pengingat penting bahwa faktor alam yang tampak kecil bisa berujung fatal tanpa kesiapsiagaan bersama. Beruntung, kedua korban kali ini hanya mengalami luka ringan namun bagi warga lain, kewaspadaan harus terus dijaga.


















