Tren pelemahan harga emas dunia masih berlanjut hingga awal Februari 2026. Setelah mencatatkan penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir, kondisi ini mulai memunculkan perdebatan di kalangan investor: apakah saat ini waktu yang tepat untuk melepas aset emas atau justru melakukan pembelian bertahap.
Pada perdagangan Senin (2/2/2026), harga emas di pasar spot ditutup melemah di level US$ 4.775 per troy ons, turun 2,29 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Level tersebut menjadi yang terendah sejak 20 Januari 2026 dan menandai koreksi harga selama tiga hari berturut-turut dengan total penurunan mencapai sekitar 12 persen.
Tekanan harga emas ini terjadi tidak lama setelah logam mulia tersebut mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 5.419,8 per troy ons pada 28 Januari 2026. Lonjakan harga lebih dari 25 persen sejak awal tahun mendorong investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) secara masif.
Analis pasar menilai koreksi tajam ini masih tergolong wajar mengingat reli harga emas sebelumnya terbilang sangat agresif. Aksi jual dinilai lebih bersifat teknikal, bukan dipicu oleh perubahan fundamental yang signifikan.
Di sisi lain, pelemahan harga ini mulai dilirik sebagai peluang akumulasi jangka menengah hingga panjang, terutama bagi investor yang sebelumnya belum sempat masuk saat harga berada di puncak. Namun, pelaku pasar tetap disarankan mencermati sentimen global, pergerakan dolar AS, serta arah kebijakan moneter global yang masih berpotensi memengaruhi harga emas dalam waktu dekat.












