KLIKKALTENG, Palangka Raya – Suasana Pasar Murah Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mendadak memanas setelah Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menegur langsung Kadis Perdagangan & Perindustrian Kalteng. Insiden terjadi saat gubernur melihat adanya warga yang membawa lebih dari satu paket sembako, padahal aturan kupon jelas menyebut satu kupon hanya untuk satu orang penerima.
Agustiar Sabran sontak meminta klarifikasi dan mempertanyakan lemahnya pengawasan dari OPD pelaksana kegiatan.
“Ini sudah kami tegaskan, satu orang hanya berhak menerima satu paket. Kalau masih ada yang membawa lebih, berarti pengawasan tidak berjalan. Ini harus dibenahi!” tegas gubernur dengan nada tinggi.
Menurutnya, mekanisme pasar murah harus dijalankan secara tepat sasaran, bukan sekadar seremonial tanpa pengawasan lapangan. Gubernur menilai, OPD yang diberikan tanggung jawab seharusnya memastikan tidak terjadi penyalahgunaan kupon atau pembagian ganda.
Dalam kegiatan pasar murah tersebut, tercatat 95.945 Paket Bantuan Pangan dari Presiden RI dan 160.920 Paket Sembako dari Pemprov Kalteng.
Awalnya, paket sembako ditebus Rp15.000, namun akhirnya digratiskan langsung oleh Gubernur bagi masyarakat yang dinyatakan benar-benar berhak menerima bantuan.
“Jika tujuannya membantu rakyat, maka harus tepat sasaran dan jangan ada permainan. Ini untuk masyarakat kecil.” ujar Agustiar Sabran.
Gubernur berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi OPD agar pembagian sembako berikutnya berjalan lebih tertib, adil, dan transparan.


















