banner 728x250
Sains  

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 Tak Tampak di Indonesia, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Gerhana Matahari Cincin memperlihatkan Matahari berbentuk lingkaran cahaya saat Bulan tidak menutupinya secara sempurna. (Ilustrasi/JAXA-NASA)
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Jakarta – Fenomena astronomi Gerhana Matahari Cincin atau annular solar eclipse dipastikan akan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026. Namun, masyarakat Indonesia dipastikan tidak dapat menyaksikan langsung fenomena langka tersebut, lantaran posisi Matahari sudah berada di bawah ufuk saat gerhana mencapai fase puncak.

Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Bulan berada pada jarak lebih jauh dari Bumi sehingga piringannya tampak lebih kecil dan tidak sepenuhnya menutupi Matahari. Akibatnya, cahaya Matahari masih terlihat membentuk lingkaran terang menyerupai “cincin api” di langit.

Example 300x600

Fenomena ini berbeda dengan gerhana matahari total. Pada gerhana cincin, cahaya Matahari tetap sangat kuat dan berbahaya bagi mata manusia jika diamati tanpa alat pelindung khusus.

Berdasarkan perhitungan astronomi global, jalur utama gerhana cincin 17 Februari 2026 hanya melintasi wilayah ekstrem dan jarang penduduk, seperti Antartika dan Samudra Selatan. Sementara itu, sebagian wilayah di Afrika bagian selatan, ujung Amerika Selatan, serta beberapa pulau di Samudra Hindia hanya akan melihat gerhana sebagian.

Untuk wilayah Indonesia, ketidakterlihatan gerhana disebabkan oleh perbedaan waktu. Saat fase puncak gerhana berlangsung sekitar pukul 12.12 UTC, Matahari di Indonesia telah terbenam sehingga fenomena tersebut tidak bisa diamati.

Meski demikian, masyarakat tetap dapat mengikuti fenomena ini melalui siaran langsung lembaga astronomi internasional atau observatorium resmi yang menyediakan tayangan daring.

Para ahli juga mengimbau agar masyarakat tidak mencoba mengamati gerhana matahari secara langsung tanpa perlindungan mata khusus, karena dapat menyebabkan kerusakan mata permanen.

Fenomena ini menjadi salah satu agenda astronomi penting dunia pada 2026, sekaligus pengingat akan dinamika pergerakan benda langit yang terus menarik perhatian ilmuwan dan publik global.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *