banner 728x250

Dorong Transformasi Digital, Dislutkan Kalteng Bekali ASN dengan Teknologi SIG untuk Tata Kelola Laut dan Perikanan Berkelanjutan

Bimtek SIG Dasar Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kalteng Tahun 2025. Foto: Dislutkan Prov. Kalteng / BRIN.
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat komitmen menuju tata kelola pemerintahan berbasis digital. Salah satu langkah konkret diwujudkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Geografis (SIG) Dasar Tahun 2025, yang digelar di Aula Dislutkan Kalteng, 3–5 November 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemprov Kalteng untuk meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dalam memanfaatkan teknologi spasial guna memperkuat perencanaan, pengawasan, dan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara efektif dan berkelanjutan.

Example 300x600

Kepala Dislutkan Prov. Kalteng Sri Widanarni menjelaskan bahwa Bimtek SIG menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas layanan publik.

“Pemanfaatan teknologi geospasial membantu ASN dalam memetakan potensi, tantangan, dan perubahan di sektor kelautan dan perikanan secara lebih presisi. Ini langkah penting menuju pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis data,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, ASN dibekali keterampilan untuk menggunakan sistem pemetaan digital agar mampu mendukung proses pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy), sekaligus mempercepat integrasi data sektor kelautan dengan sistem informasi pemerintah daerah.

Teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) memungkinkan pemetaan akurat terhadap potensi perikanan, area konservasi, serta pola arus laut yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya perikanan terintegrasi.

Sri Widanarni menambahkan bahwa kemampuan ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Kalimantan Tengah untuk mendukung konsep ekonomi biru (blue economy) pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin pengelolaan sektor kelautan dan perikanan tidak hanya produktif, tapi juga berwawasan lingkungan. ASN yang memahami SIG bisa membantu memetakan area rawan eksploitasi, potensi budidaya, dan wilayah pesisir yang perlu perlindungan,” ujarnya.

Pelatihan ini menggandeng narasumber dari Pusat Riset dan Geospasial Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yakni Udhi Catur Nugroho dan Silvan Anggia Bayu Setia Permana, yang membimbing peserta memahami prinsip dasar pengolahan data spasial dan penerapannya dalam kebijakan publik.

Para peserta yang terdiri dari perwakilan bidang teknis dan UPT lingkup Dislutkan dilatih langsung dalam pembuatan peta digital, analisis spasial, hingga pemanfaatan citra satelit untuk mendukung akurasi data lapangan.

“Kerja sama antara BRIN dan Dislutkan menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah serius bertransformasi menjadi provinsi dengan basis pengelolaan sumber daya alam berbasis riset dan teknologi,” ujar Udhi Catur dalam sesi pelatihan.

Sri Widanarni menegaskan bahwa penguasaan SIG akan meningkatkan kemampuan ASN untuk mengelola data perikanan dengan pendekatan ilmiah.

“Ke depan, data hasil pemetaan SIG dapat digunakan untuk mendukung investasi, perizinan, hingga mitigasi bencana di wilayah pesisir,” jelasnya.

Dengan penguatan kompetensi ini, diharapkan seluruh pegawai Dislutkan mampu menyajikan data spasial yang akurat, dinamis, dan mudah diakses publik, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi digital yang dicanangkan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.

Pelaksanaan Bimtek SIG Dasar ini bukan sekadar peningkatan kemampuan teknis, melainkan langkah strategis menuju transformasi digital di bidang kelautan dan perikanan.

Program ini akan terus dikembangkan ke tahap lanjutan dengan penerapan SIG Terintegrasi yang menghubungkan data kabupaten/kota, memastikan transparansi, serta mempercepat pengambilan keputusan di tingkat daerah.

“ASN yang menguasai teknologi adalah kunci mewujudkan layanan publik yang profesional dan berorientasi hasil. Dengan dukungan SIG, Kalimantan Tengah siap melangkah menuju tata kelola kelautan yang modern dan berkeadilan,” pungkas Sri Widanarni.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *