banner 728x250

Dorong Sawit Berkelanjutan, Pemprov Kalteng Perkuat Kapasitas Petani Melalui Sertifikasi ISPO

Foto: Asisten Ekbang Herson B. Aden bersama Kepala Dinas Perkebunan Rizky R. Badjuri dan perwakilan peserta dari Kabupaten Seruyan dan Lamandau berfoto bersama usai pembukaan pelatihan di Aula BPSDM Provinsi Kalteng.
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan melalui penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Upaya ini diwujudkan dengan digelarnya Pelatihan Sertifikasi ISPO Provinsi Kalteng Tahun 2025, yang resmi dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng, Herson B. Aden, di Aula BPSDM Kalteng, Selasa (4/11/2025).

Pelatihan ini menjadi langkah strategis Pemprov Kalteng untuk memastikan bahwa perkebunan sawit rakyat tidak hanya produktif, tetapi juga berdaya saing dan ramah lingkungan.

Example 300x600

“ISPO bukan sekadar sertifikasi administratif, melainkan strategi utama agar sawit rakyat Kalteng mampu bersaing di pasar global dengan standar keberlanjutan yang tinggi,” ujar Herson dalam sambutannya.

Herson menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen multipihak antara pemerintah, lembaga pelatihan, perusahaan, dan petani. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola sawit rakyat agar memenuhi kriteria legalitas, transparansi, dan keberlanjutan.

Menurutnya, ISPO kini menjadi keharusan bagi semua pelaku usaha sawit, termasuk pekebun mandiri, agar produk sawit Indonesia diakui secara internasional di tengah meningkatnya tekanan pasar global terhadap isu lingkungan.

“Kita ingin memastikan sawit Kalteng tidak hanya unggul secara produksi, tapi juga beretika dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tegasnya.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng, Rizky R. Badjuri, menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani dalam memahami prinsip dan kriteria ISPO, sekaligus memperkuat kelembagaan pekebun dan legalitas usaha tani.

“Melalui pelatihan ini, petani akan mendapatkan pendampingan untuk melengkapi aspek legalitas lahan, administrasi usaha, serta praktik pertanian berkelanjutan. Target kita, sertifikasi ISPO tidak hanya menjadi dokumen, tetapi juga budaya kerja baru bagi petani sawit,” jelas Rizky.

Ia menyebutkan, peserta pelatihan berasal dari dua kabupaten sentra sawit rakyat, yakni Seruyan dan Lamandau, yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan sawit berkelanjutan.

Pelatihan yang digelar oleh Dinas Perkebunan Kalteng ini juga melibatkan Direktorat Jenderal Perkebunan serta mitra pelaksana dari sektor swasta, termasuk PT Titian Karsa Mandiri. Direktur perusahaan tersebut, Warsito, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif pemerintah untuk mempercepat sertifikasi ISPO di tingkat petani.

“Kami siap membantu pendampingan teknis di lapangan agar proses sertifikasi berjalan efektif. Keberhasilan ISPO adalah keberhasilan bersama,” katanya.

Herson menekankan bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga kesejahteraan petani. Melalui program ISPO, pemerintah ingin memastikan rantai nilai sawit memberi manfaat adil bagi semua pihak, mulai dari petani kecil hingga industri besar.

“Ke depan, kami akan memastikan setiap kelompok tani sawit rakyat mendapat akses pelatihan, pendampingan, dan bantuan teknis hingga memperoleh sertifikat ISPO. Ini adalah langkah nyata menuju sawit rakyat yang mandiri, sejahtera, dan diakui dunia,” tutup Herson.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *