banner 728x250

Dinkes Kotim Ajak Warga Tetap Tenang, Sistem Kesehatan Siap Antisipasi Ancaman Virus Nipah

banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Sampit – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengajak masyarakat untuk tetap tenang menyikapi informasi global terkait kemunculan kembali virus Nipah (NiV). Hingga saat ini, belum ditemukan kasus virus tersebut di Kotim maupun di Indonesia.

Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, menegaskan bahwa sistem layanan kesehatan daerah sudah berada dalam kondisi siap siaga untuk menghadapi potensi ancaman penyakit menular, termasuk virus Nipah yang belakangan dilaporkan muncul kembali di India.

Example 300x600

“Alhamdulillah, sampai hari ini belum ada kasus di Kotim. Sistem kesehatan kita juga sudah siap jika sewaktu-waktu diperlukan, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujar Umar Kaderi di Sampit, Selasa (3/2/2026).

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang pertama kali terdeteksi di Malaysia pada akhir 1990-an. Penularannya berasal dari hewan ke manusia dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga radang otak dengan tingkat kematian yang cukup tinggi.

Umar menyampaikan bahwa pengalaman panjang daerah dalam menghadapi pandemi COVID-19 menjadi modal penting dalam membangun ketahanan kesehatan. Saat ini, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, alat kesehatan, bahan medis habis pakai (BMHP), hingga obat-obatan dinilai mencukupi untuk penanganan darurat.

“Kita sudah terbiasa menghadapi situasi luar biasa. SDM siap, fasilitas siap, dan prosedur juga sudah ada. Jadi jika ada ancaman penyakit baru, kita tidak mulai dari nol,” jelasnya.

Meski demikian, Dinkes Kotim tetap melakukan pemantauan perkembangan situasi kesehatan global dan nasional secara intensif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan deteksi dini dan respons cepat apabila terjadi potensi penularan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan umum, tanpa harus diliputi rasa takut berlebihan.

“Gunakan masker bila berada di keramaian dan rajin mencuci tangan. Itu langkah sederhana tapi efektif. Yang terpenting, jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” pungkas Umar.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *