banner 728x250

Data Dukcapil: Penduduk Indonesia Tembus 288 Juta Jiwa, Momentum Bonus Demografi Perlu Dimaksimalkan

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menyampaikan paparan dalam rilis data kependudukan bersih Semester II Tahun 2025 di Jakarta. (Sumber Foto:Puspen Kemendagri).
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri merilis data kependudukan terbaru yang menunjukkan jumlah penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan. Hingga 31 Desember 2025, total penduduk Indonesia tercatat mencapai 288.315.089 jiwa.

Data tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Teguh Setyabudi dalam kegiatan Rilis Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Example 300x600

Menurut Teguh, angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 1,6 juta jiwa dibandingkan rilis data semester I tahun 2025 yang dicatat pada 30 Juni 2025.

“Jika dibandingkan semester pertama tahun 2025, penduduk Indonesia bertambah kurang lebih 1,6 juta jiwa,” ujarnya.

Berdasarkan data tersebut, komposisi penduduk Indonesia terdiri dari 145.498.082 jiwa laki-laki dan 142.816.997 jiwa perempuan. Dengan demikian, jumlah penduduk laki-laki masih sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Dari sisi persebaran wilayah, Pulau Jawa masih menjadi kawasan dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 55,81 persen dari total populasi nasional. Sementara itu, posisi kedua ditempati Pulau Sumatera dengan angka 21,88 persen.

Selain itu, data kependudukan juga menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia menganut agama Islam dengan persentase 87,15 persen. Kemudian diikuti pemeluk agama Kristen sebesar 7,37 persen, Katolik 3,07 persen, Hindu 1,66 persen, Buddha 0,69 persen, Konghucu 0,03 persen, serta penganut aliran kepercayaan sebesar 0,034 persen.

Dalam paparannya, Teguh juga menyoroti komposisi penduduk berdasarkan status perkawinan. Data mencatat sebanyak 131 juta jiwa belum menikah, 137 juta jiwa telah menikah, sekitar 5 juta jiwa berstatus cerai hidup, dan 14 juta jiwa cerai mati.

Yang menarik, Indonesia saat ini juga berada pada fase bonus demografi. Penduduk usia produktif, yakni rentang usia 15 hingga 64 tahun, tercatat mencapai sekitar 199 juta jiwa atau 69,03 persen dari total populasi.

Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang besar bagi pembangunan nasional apabila potensi usia produktif dapat dikelola secara optimal melalui peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, serta kesempatan kerja.

“Kalau kita melihat usia produktif 69,03 persen, kita bersyukur karena sampai sekitar tahun 2030 Indonesia masih menikmati bonus demografi,” kata Teguh.

Ia menambahkan bahwa rilis data kependudukan ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan yang mengatur bahwa pemerintah wajib mempublikasikan data kependudukan setiap semester.

Data tersebut menjadi basis penting dalam berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari pelayanan publik, perencanaan pembangunan, hingga penyusunan program kesejahteraan masyarakat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *