banner 728x250

Bank Kalteng Genjot Pembiayaan UMKM dan Inklusi Keuangan: Transformasi Digital untuk Ekonomi Lokal

banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Palangka Raya — Perayaan Hari Ulang Tahun ke-64 PT Bank Kalteng yang digelar malam tadi tak hanya menjadi momen selebrasi. Manajemen bank daerah ini justru memanfaatkan momentum untuk menegaskan fokus baru: memperluas pembiayaan UMKM, memperkuat inklusi keuangan, dan mendorong transaksi daerah lewat layanan digital.

Gubernur Agustiar Sabran, dalam sambutannya di Aula Jayang Tingang, memberi apresiasi atas percepatan transformasi digital Bank Kalteng. Namun ia juga menekankan agar bank milik daerah itu turut mengakselerasi pembiayaan produktif yang langsung menyentuh pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh kabupaten/kota Kalteng.

Example 300x600

“Transformasi digital penting, tapi pastikan teknologi itu hadir untuk memberdayakan rakyat pelaku UMKM, petani, dan pelaku ekonomi lokal,” kata Gubernur Agustiar.

Aset dan kinerja sehat peluang bagi ekonomi lokal

Direksi Bank Kalteng melaporkan capaian positif hingga Oktober 2025: aset tumbuh 19,58% menjadi Rp20,5 triliun, dana pihak ketiga naik 34,49% menjadi Rp14,49 triliun, kredit meningkat 8,51% ke Rp11,63 triliun, dan laba bersih tumbuh 10,95% menjadi Rp356,36 miliar. Selain itu, 33 perusahaan telah melakukan transaksi lewat Bank Kalteng dengan nilai total Rp18,93 miliar bukti mulai meningkatnya kepercayaan korporasi daerah.

Menurut Direktur Utama Maslipansyah, angka-angka ini membuka ruang untuk memperbesar sentuhan ekonomi nyata lewat produk kredit yang lebih ramah UMKM, sekaligus perluasan jaringan digital agar layanan sampai ke pelosok.

“Kinerja keuangan yang kuat harus diterjemahkan ke dukungan riil bagi usaha lokal dan program inklusi keuangan,” ujar Maslipansyah.

Digital Lounge: dari branding ke layanan nyata

Peresmian Digital Lounge beberapa waktu lalu menjadi salah satu bukti transformasi. Namun pengamat lokal dan pelaku usaha berharap fasilitas digital itu tidak hanya menjadi etalase modern, melainkan pusat layanan praktis: pelatihan literasi keuangan digital untuk pelaku UMKM, akses pembiayaan mikro berbasis data digital, dan integrasi layanan pembayaran digital di pasar tradisional.

Salah satu pedagang pasar yang hadir pada acara menyampaikan harapan sederhana: kemudahan membuka rekening, proses kredit yang cepat untuk modal, dan edukasi memakai alat pembayaran digital tanpa biaya tinggi.

Tantangan: integritas, jangkauan, dan pemberdayaan

Gubernur juga mengingatkan soal integritas sebagai modal utama bank daerah. Di usia 64 tahun, Bank Kalteng dituntut tidak hanya modern dari sisi teknologi, tetapi juga kuat dari sisi tata kelola agar kepercayaan publik terus terjaga. Selain itu, tantangan menjangkau daerah terpencil dan memastikan layanan digital dapat diakses warga kurang melek teknologi menjadi pekerjaan rumah besar.

Rencana aksi singkat (rekomendasi redaksi)

Untuk memastikan momentum HUT menjadi katalis ekonomi lokal, langkah-langkah prioritas yang layak dipertimbangkan:

1. Program Kredit Mikro Bermitra dengan Dinas Koperasi/DPK setempat untuk modal usaha mikro.

2. Roadshow Literasi Digital & Keuangan ke pasar tradisional dan desa.

3. Integrasi Digital Lounge sebagai pusat inkubasi UMKM: pelatihan, inkubasi bisnis, dan akses pasar digital.

4. Transparansi Produk: suku bunga, biaya, dan prosedur kredit disederhanakan dan dipublikasikan.

Jika dijalankan, Bank Kalteng bukan hanya akan menjadi bank “je ayun itah” (milik kita), tetapi juga mesin nyata pemberdayaan ekonomi di Bumi Tambun Bungai.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *