KLIKKALTENG, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menjadi fondasi utama dalam menjaga akurasi penyaluran bantuan sosial sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional.
Hal tersebut disampaikan Mendagri saat menghadiri Pertemuan Tahunan PPATK Bidang Pelaporan Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (28/1/2026). Forum tersebut mengusung tema Sinergi Nasional Menjaga Integritas Sistem Keuangan untuk Mewujudkan Asta Cita.
Menurut Mendagri, data Dukcapil mencakup sekitar 98 persen penduduk Indonesia dan diperbarui setiap hari oleh 514 kabupaten/kota, sehingga menjadi data paling lengkap dan mutakhir yang dimiliki negara.
“Data Dukcapil memiliki keunggulan biometrik yang sangat akurat, mulai dari sidik jari, wajah hingga iris mata. Inilah yang membuatnya menjadi rujukan utama lintas sektor,” ujar Tito.
Ia mencontohkan pemanfaatan data Dukcapil dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang berhasil mengoreksi hampir 4 juta penerima bantuan sosial tidak tepat sasaran, sekaligus menghemat keuangan negara.


















