banner 728x250

Singapura Dominasi Investasi Asing di Indonesia, Hilirisasi Jadi Magnet Utama Modal Global

Patung Merlion di Singapura, negara dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia sepanjang 2025. (Foto: Getty Images/Marcus Lindstrom)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – Arus investasi asing ke Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan pergeseran menarik. Bukan China, Singapura justru menjadi negara dengan realisasi investasi terbesar, memperkuat posisinya sebagai mitra strategis utama dalam pembangunan ekonomi nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan, total investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp 1.931,2 triliun. Dari jumlah tersebut, Singapura menyumbang realisasi terbesar dengan nilai US$ 17,4 miliar, disusul Hong Kong US$ 10,6 miliar, China US$ 7,5 miliar, dan Malaysia US$ 4,5 miliar.

Example 300x600

“Investasi Singapura paling dominan masuk ke sektor industri logam dasar dan barang logam, bukan mesin dan peralatannya,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Hilirisasi Jadi Daya Tarik Utama

Dominasi investasi di sektor logam dasar menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi industri masih menjadi magnet utama bagi investor global. Sepanjang 2025, sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya mencatatkan investasi asing tertinggi dengan nilai US$ 14,6 miliar.

Selain itu, sektor pertambangan menyerap investasi sebesar US$ 4,7 miliar, jasa lainnya US$ 4,5 miliar, industri kimia dan farmasi US$ 3,8 miliar, serta transportasi, gedung, dan telekomunikasi US$ 3,3 miliar.

Jika digabungkan antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), industri logam dasar mencatatkan nilai tertinggi dengan Rp 262 triliun, disusul transportasi dan telekomunikasi Rp 211 triliun, serta pertambangan Rp 199,6 triliun.

Perumahan dan Kawasan Industri Diprediksi Naik Daun

Ke depan, pemerintah memproyeksikan sektor perumahan dan kawasan industri akan menjadi primadona baru investasi. Hal ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 3 juta rumah.

“Pipeline investasi di sektor perumahan dan kawasan industri sudah terlihat meningkat signifikan, baik dari dalam maupun luar negeri. Program pemerintah menjadi pemicu utamanya,” jelas Rosan.

Ia menilai, dua sektor tersebut berpotensi menggeser dominasi sektor-sektor tradisional dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus membuka peluang besar penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sinyal Kepercayaan Investor Global

Capaian investasi sepanjang 2025 dinilai menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha Indonesia. Pemerintah optimistis tren positif ini akan terus berlanjut seiring penguatan kebijakan hilirisasi, pembangunan infrastruktur, dan kepastian regulasi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *