banner 728x250

Menkomdigi Desak ISP Tekan Tarif Internet Tinggi, Dorong Akses Digital Merata hingga Daerah Terpencil

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam audiensi dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025).
banner 120x600
banner 468x60

KLIKKALTENG, Palangka Raya — Pemerintah pusat kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pemerataan akses digital di seluruh Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta seluruh penyedia layanan internet (ISP) agar menyediakan layanan internet terjangkau dan berkualitas, terutama di daerah yang selama ini masih menghadapi tarif tinggi dan koneksi lambat.

Example 300x600

Dalam pertemuan bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Senin (27/10/2025), Meutya menegaskan pentingnya komitmen ISP untuk tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga mendukung pemerataan digitalisasi nasional.

“Kami minta ISP menghadirkan internet yang murah dan stabil untuk masyarakat, terutama di daerah yang selama ini belum terlayani dengan baik,” ujar Meutya.

Menkomdigi menyoroti masih adanya sejumlah wilayah dengan tarif internet yang tidak masuk akal akibat minimnya kompetitor.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena berpotensi memperlebar kesenjangan digital antarwilayah.

“Jangan sampai karena di daerah tertentu tidak ada pesaing, harga internet justru dibuat seenaknya. Akses internet adalah hak publik, bukan barang mewah,” tegas Meutya.

Ia juga menekankan agar para operator mengoptimalkan kolaborasi antarpenyedia layanan, termasuk melalui infrastructure sharing agar biaya operasional dapat ditekan tanpa mengorbankan kualitas.

Selain menyoroti harga, Menkomdigi juga mengingatkan ISP untuk menjaga transparansi layanan serta melindungi hak pelanggan.

“Kalau jaringan sedang down, jangan tetap kenakan biaya penuh. Itu tidak adil. Pelanggan harus mendapat layanan sesuai yang dijanjikan,” ujarnya.

Ia mengajak penyedia layanan untuk lebih terbuka mengenai kualitas jaringan dan struktur tarif agar masyarakat dapat memilih dengan bijak.

Meutya Hafid menegaskan, pembangunan digital Indonesia tidak boleh hanya berpusat di kota besar. Pemerintah ingin memastikan internet cepat dan murah dapat dinikmati hingga pelosok desa.

“Internet adalah infrastruktur dasar abad ini. Sama pentingnya seperti listrik dan jalan,” kata Meutya.

Menurutnya, melalui sinergi antara pemerintah, penyedia jasa internet, dan pelaku industri digital, Indonesia dapat membangun ekosistem digital yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Pemerataan akses bukan hanya soal koneksi, tapi tentang memberi kesempatan yang sama bagi setiap warga untuk belajar, berbisnis, dan berinovasi,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *